Kisah Asep jalan pakai egrang Cianjur-KPK demi laporkan korupsi

Sabtu, 2 November 2013 12:49 Reporter : Putri Artika R
Kisah Asep jalan pakai egrang Cianjur-KPK demi laporkan korupsi Pria jalan pakai Egrang Cianjur-KPK demi laporkan korupsi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Asep Toha (37) tampak kelelahan saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (1/11) sore. Kaos hitamnya, terlihat basah dengan keringat. Di salah satu kakinya, terdapat plester sepanjang 4 cm, kotor dan penuh luka.

Asep baru saja menyelesaikan aksinya dengan berjalan menggunakan egrang dari Cianjur, Jawa Barat menuju Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Kecintaan terhadap Cianjur tidak menyurutkan niatnya untuk sampai di markas pemberantasan korupsi meski selama 4 hari.

Aksi tunggalnya itu dilakukan agar KPK mau mengambil alih kasus korupsi yang diduga dilakukan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar dalam korupsi dana APBD Kabupaten Cianjur 2007-2010.

"Pakai egrang itu ke sini lambat. Seperti lambatnya penanganan kasus korupsi yang di Cianjur," ujar Asep, saat duduk di tangga KPK, kemarin.

Sepasang egrang yang dipakainya itu ditempeli spanduk bertuliskan 'Ambil alih dan tuntaskan Kasus Korupsi Bupati Cianjur'. Seorang pria yang menemani Asep juga membawa spanduk bertuliskan 'Korupsi di Kabupaten Cianjur Parah, Cianjur Kritis'.

"Saya ingin mendesak KPK mengambil alih kasus korupsi yang terindikasi melibatkan Bupati Cianjur," ujarnya.

Asep mengatakan telah beberapa kali dia menyampaikan laporan dugaan korupsi Bupati Tjetjep kepada Kejati Jabar. Namun, hasilnya selalu nihil, seolah-olah kasus itu tak pernah tersentuh.

"Pelaporan ke Kejagung sudah beberapa kali tapi sampai hari ini belum pernah tersentuh," ujarnya.

Tak patah arang, Asep masih menaruh harapan kepada lembaga pemberantasan korupsi di bawah pimpinan Abraham Samad cs ini. Asep sangat berharap KPK dapat mengambil alih kasus yang telah mangkrak di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sejak awal 2012.

Diketahui, peran Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar dalam kasus uang APBD miliaran rupiah itu sempat disebut dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum atas dua anak buah Bupati dalam kasus yang sama di Pengadilan Tipikor Bandung. Dalam dakwaan disebutkan Edi Iryana dan Heri Khairuman telah melakukan tindak pidana korupsi APBD Cianjur Tahun 2007 sampai 2010. Hasil korupsi tersebut diserahkan kepada Tjetjep selaku Bupati Cianjur sebesar Rp 188 juta rupiah.

Dalam hasil ekspose yang dilakukan oleh Kejati Jabar, menyebutkan Tjetjep dapat ditetapkan tersangka, namun perlu pendalaman terlebih dulu. Pendalaman itu berupa pemeriksaan saksi-saksi. Akan tetapi hingga saat ini, tidak ada perkembangan lebih lanjut dari kasus itu. [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
  3. KPK
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini