Kisah Aisyah, Bocah 10 Tahun Sebatang Kara karena Corona

Selasa, 26 Januari 2021 06:03 Reporter : Fikri Faqih
Kisah Aisyah, Bocah 10 Tahun Sebatang Kara karena Corona Aisyah Alusa. ©2021 Antara

Merdeka.com - Aisyah Alusa duduk di bangku besi di Rumah Lawan Covid-19 Serpong, Tangerang Selatan di Banten. Wajahnya tidak terlihat seluruhnya karena tertutup masker, namun matanya melengkung menandakan usahanya memberikan senyum.

Sosok kecil berkerudung hitam itu duduk sendirian, tidak ada sosok lain yang menemani di sampingnya. Sesekali matanya menatap nanar ke depan, entah apa yang ada di dalam pikirannya.

Di tempat isolasi untuk pasien Covid-19 itu, Aisyah sendirian. Tidak ada orang tua yang menemaninya. Ibunya yang selama ini menjadi orang tua tunggal telah berpulang pada 16 Januari 2021 setelah terkonfirmasi Covid-19.

Belum hilang rasa duka karena kehilangan ibunya, gadis berusia 10 tahun itu harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya terkonfirmasi Covid-19. Siswa kelas 4 di sebuah sekolah dasar di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten itu kemudian langsung dibawa ke Rumah Lawan Covid di Serpong.

Aisyah saat ini masih menjalani isolasi, kondisinya stabil dan sudah dapat beraktivitas kembali meski harus tetap ketat menjalankan protokol kesehatan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M). Dia juga sudah mulai menjalani pembelajaran jarak jauh lagi, meski menurutnya belajar via daring atau online tidak asyik.

"Bosan, tidak ada temannya," katanya ketika dihubungi oleh Antara.

Dia tidak mengalami kesulitan dalam proses belajar menggunakan ponsel, yang dilakukan setiap pukul 08.00 WIB sampai 09.00 WIB. Tapi diakui gadis yang memiliki hobi karate itu bahwa prosesnya terasa lebih berat karena belajar online membuat tugas yang diberikan lebih banyak.

Meski tidak merasakan tantangan berarti, namun ada satu perbedaan nyata dirasakannya. Tidak ada lagi orang yang menjadi sumber pemecah masalahnya ketika buntu dalam belajar.

"Biasanya sih sama mama. Sekarang nanyanya (sama) Google," ujar Aisyah.

Proses belajar sendiri tetap dilakukannya demi mencapai cita-citanya menjadi seorang dokter gigi. Dia menganggap dokter gigi profesi keren.

Meski sudah mulai aktif mengikuti proses belajar jarak jauh, Aisyah tetap harus mengikuti rutinitas bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 yang harus menjaga kondisi imun tubuh.

Kesehariannya dimulai dari dengan salat setelah bangun tidur, keluar untuk berolahraga, mengonsumsi vitamin tiga kali sehari dan beristirahat.

Hal itu dia lakukan agar dapat pulih dan dapat keluar dari rumah isolasi, meski masih membawa duka karena kepergian ibunda. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini