Kisah 3 Jenderal TNI Bersahabat dengan Mantan Musuh di Medan Perang

Jumat, 28 Desember 2018 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kisah 3 Jenderal TNI Bersahabat dengan Mantan Musuh di Medan Perang Latgab TNI 2014. ©2014 Merdeka.com/Dispenau

Merdeka.com - Banyak cerita dalam medan perang. Kisah para jenderal TNI bersahabat dengan musuh setelah sekian lama tak bertemu benar terjadi. Dulu diburu, sekarang berteman.

Banyak hal yang melatarbelakangi awalnya jadi musuh, kemudian bisa jadi berteman. Berikut cerita detailnya tentang 3 jenderal TNI bersahabat dengan musuh lamanya:

1 dari 3 halaman

Persahabatan Yusuf Said dengan AM Hendropriyono

Operasi Sandi Yudha. ©2013 Merdeka.com/repro buku Operasi Sandi Yudha

Sebelum keduanya bertemu, Bong Kee Chok alias Yusuf Said sempat menjadi target utama pasukan gabungan Indonesia-Malaysia. Ribuan prajurit kedua negara memburunya di hutan Kalimantan. Bong Kee Chok dilatih tentara Indonesia saat konfrontasi dengan Malaysia. Dia mendirikan Pasukan Gerilya Serawak (PGRS) untuk memerangi Inggris bersama tentara Indonesia.

Kemudian kebijakan Orde Baru, berbalik memusuhi PGRS karena dicap komunis. Untuk membela diri, Bong Kee Chok memerangi gurunya sendiri, tentara Indonesia. Untuk bisa menangkap Bong Kee Chok, Indonesia dan Malaysia sampai mengerahkan satuan elitenya.

Salah satu elite itu adalah AM Hendropriyono dan tim pasukan elite baret merah TNI AD. Saat itu Hendro adalah perwira pertama. Baru pada November 1973, akhirnya Bong Kee Chok mau keluar hutan dan menandatangani perjanjian damai dengan pemerintah Malaysia.

Pada tahun 2005, Hendropriyono yang sudah pensiun dari TNI dan berpangkat jenderal baru bisa melihat wajah Bong Kee Chok. Pertemuan itu digelar di Hotel Four Seasons Singapura berkat jasa kenalan Hendro. Maka setelah 38 tahun, Hendro akhirnya bisa bertemu bekas musuhnya. Tak ada amarah atau dendam, hanya rasa hormat dan kagum dari dua prajurit tua ini.

2 dari 3 halaman

Prabowo Subianto dengan Muzakir Manaf

Prabowo Kopassus. ©facebook/prabowo subianto

Prabowo Subianto dengan Muzakir Manaf ternyata pernah bermusuhan. Saat itu Prabowo yang berpangkat Letjen dan menjabat Panglima Kostrad memburu Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf. Sebaliknya Muzakir Manaf ingin menembak bahkan menculik Prabowo untuk dihabisi.

Kini, Muzakir Manaf yang akrab disapa orang Aceh dengan panggilan Mualem tersebut menjadi sahabat dekat dengan Prabowo. Bahkan, saat Mualem ingin bergabung dengan Gerindra, Prabowo sempat menolak karena tak ingin Mualem jadi anak buahnya.

"Saya bilang Anda ini Mualem kalau masuk Gerindra nanti jadi bawahan saya, saya tidak mau, Anda ini harus jadi sahabat saya," kata Prabowo.

3 dari 3 halaman

Pertemuan Benny Moerdani dengan Dua Prajurit Inggris

Benny Moerdani. cdn.radionetherlands.nl

Benny Moerdani saat itu menjabat sebagai Kapten Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD). Ia ditugaskan menghadang pergerakan pasukan Gurkha Inggris dan SAS. Benny ditugaskan untuk menyusup dan melewati perbatasan antara Malaysia dan Indonesia. Ketika itu Inggris mendirikan negara Malaya (Malaysia).

Selama menjalani tugasnya di garis depan, seluruh pangkat Benny dilepas. Saat itu pula, Benny bukan lagi prajurit TNI, melainkan relawan dan anggota TNKU. Seragam yang diberikan berbeda dengan seragam TNI. Identitasnya disamarkan warga Kalimantan Selatan kelahiran Muara Teweh, sebuah kota kecil di tepi Kapuas.

Nyawa Benny hampir melayang saat ia menyusup ke perbatasan dua wilayah itu. Kepalanya sudah dibidik dua prajurit Inggris dengan senjata mereka. Namun mereka belum juga mengeksekusi.

Jawaban itu ia temukan pada 1976 saat berkunjung ke Inggris. Benny sudah menjabat sebagai jenderal. Ia tak sengaja bertemu dua prajurit Inggris itu dan menanyakan alasan mereka tak menembaknya.

Dua prajurit itu menjelaskan alasan tak menembak Benny. Mereka tak melakukan itu, karena melihat sebuah Queen Elizabeth (kode untuk kapal yang lebih besar). Mereka menyangka ada kapal besar pengangkut pasukan TNI. Tapi kenyataannya, yang datang adalah kapal kecil pengangkut pasukan TNI. Nyawa Benny selamat karena kejadian itu. [has]

Baca juga:
Djoko Santoso: Prabowo Didukung Mereka yang Tersudut
Kubu Prabowo Kritik Infrastruktur Jokowi, Tak Sejalan Dengan Reforma Agraria
Prabowo Natal di Atambua Ajang Temu Kangen dengan Eks Pejuang Timor Timur
Kunjungi Atambua, Prabowo Ziarah ke Makam Panglima Timor Timur
Prabowo: Banyak Elite di Jakarta Tidak Mengerti Perjuangan Rakyat di Timor Timur
Wiranto Merasa Paling Tersinggung dari Ucapan Prabowo Soal Indonesia Punah

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini