Kirab Pemuda 2017 resmi ditutup, Menpora minta peserta sebarkan semangat bersatu

Kamis, 7 Desember 2017 16:49 Reporter : Ibnu Fauzi
Kirab Pemuda 2017. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kegiatan Kirab Pemuda 2017 resmi ditutup oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, di Alun-alun Kantor Bupati Blitar, Jawa Timur, Kamis (7/12). Ia mengapresiasi kepada seluruh panitia pelaksana kegiatan.

"Terima kasih kepada seluruh panitia penyelenggara baik gubernur, wali kota dan seluruh elemen masyarakat yang terlibat dari Miangas Sulawesi Utara dan Rote Ndao Nusa Tenggara Timur hingga Blitar ini. Sehingga kegiatan Kirab Pemuda 2017 dapat terlaksana dengan baik," ujar penanggung jawab Kirab Pemuda 2017 Puan Maharani, Blitar, Kamis (7/11).

Puan mengatakan bahwa pemuda merupakan generasi yang akan meneruskan kemajuan peradaban bangsa dan negara. Dengan jumlah pemuda Indonesia sekitar 60 juta saat ini, kata dia, mereka memiliki peran strategis untuk kemajuan Indonesia.

"Di tangan kalian ini lah para pemuda, Bangsa Indonesia, NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika harus selalu dijaga dan tangan kalian lah masa depan bangsa akan dibawa. Kalian berasal dari berbagai macam suku, agama, namun kalian dapat berkumpul saat ini di sini sebagai satu keluarga dan satu saudara, yaitu rakyat Indonesia," pesannya.

Puan berpesan kepada generasi muda untuk memiliki kesiapan mental, spiritual, pengetahuan dan keterampilan agar mampu menghadapi persaingan global dan membawa kemajuan. Karena menurutnya, pembangunan akan berhasil jika di dalamnya ada kebersamaan dan gotong royong serta persatuan.

Dipilihnya Blitar sebagai tempat penutupan Kirab Pemuda 2017 menurutnya, karena di sanalah Proklamator Bangsa Indonesia Soekarno disemayamkan. Puan menambahkan, Semangat dan gelora Soekarno harus menjadi pemberi semangat bagi pemuda pemudi Indonesia ke masa depan yang lebih baik.

Senada dengan Puan, Menpora Imam Nahrawi juga meminta kepada seluruh peserta Kirab Pemuda untuk menyebarkan semangat berani bersatu kepada lingkungan di sekitarnya, karena sekat dan batasan-batasan bukan halangan bagi para pemuda untuk terus bersatu demi cita-cita besar membangun Indonesia lebih baik di masa depan.

"Lebih dari sekedar napak tilas kebhinekaan, program ini juga harus menjadi ajang promosi pariwisata lokal dan mendorong potensi daerah dan mampu memunculkan ikon-ikon pemuda kreatif yang bisa menginspirasi Indonesia dengan karya-karyanya," ujarnya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Kemenpora
  2. Blitar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.