Khofifah: Mari kita kikis habis ancaman kekerasan seksual terhadap anak

Rabu, 7 Maret 2018 14:50 Reporter : Mardani
Khofifah: Mari kita kikis habis ancaman kekerasan seksual terhadap anak Khofifah hadiri istighosah. ©2018 Merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Merdeka.com - Kasus asusila terhadap anak di bawah umur kerap terjadi di tanah air. Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat peduli dan peka terhadap lingkungan demi memerangi predator anak yang membahayakan.

"Saya mengajak seluruh pihak mengambil peran dalam upaya memerangi kekerasan seksual anak. Karena pada dasarnya setiap orang adalah orangtua bagi anak-anak kita maka semua pihak harus turun tangan dan berkewajiban dalam melindungi anak-anak dari kekerasan seksual," kata Khofifah di Surabaya, Rabu (7/3).

Menurutnya, berdasarkan data Kementerian Sosial, selama 2016 ada 1.956 kasus kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak. Jumlah itu meningkat menjadi 2.117 kasus selama 2017.

"Bahkan berdasarkan data Kepolisian Daerah Jawa Timur, kekerasan seksual terhadap anak di Jawa Timur (Jatim) sangat tinggi. Pada tahun 2016 tercatat 719 korban anak dengan 179 pelaku. Sedangkan tahun 2017 tercatat 393 korban anak dengan 6 pelaku. Mirisnya, bulan kedua di tahun 2018 sudah tercatat 52 anak korban dengan 21 pelaku," katanya.

Belum lama ini, kasus pencabulan dilakukan guru SD terhadap 65 siswanya. Guru SD tersebut berinisial MHS (29), warga Surabaya dan semua korbannya adalah murid laki-laki yang masih kelas IV.

Mantan Mensos ini menyatakan, kasus tersebut adalah tamparan keras bagi dunia pendidikan. Menurutnya, kasus itu harus menjadi evaluasi guru dan orangtua mengapa bisa terjadi hingga kurun waktu yang panjang.

"Ini menurut saya karena kurangnya kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Orangtua, guru, dan anak harus dilibatkan bersama-sama untuk memerangi kekerasan seksual terhadap anak," katanya.

Dia mengatakan orangtua memiliki andil besar untuk membentuk karakter seorang anak. Sebab, orangtua adalah tempat utama anak belajar sejak dini. Sehingga saat anak sudah dewasa dan bergaul keluar sudah memiliki upaya preventif saat menghadapi tindakan asusila. Selain itu, kata dia, lembaga pendidikan juga harus memberi pengawasan terhadap guru.

"Maka apabila kejahatan itu terjadi di dalam lingkungan sekolah, maka sekolah itu harus dievaluasi. Dari sisi seleksi guru, pengawasan terhadap guru, dan keamanan siswa. Apalagi sebagian lokasi kejadian adalah di ruang kelas. Ini sungguh kenyataan yang membuat orangtua manapun pasti sangat sedih," katanya.

Dia berharap peristiwa tersebut tak terulang ke depannya. Dia mengajak seluruh pihak mengambil peran dalam upaya memerangi kekerasan seksual anak. Ketum PP Muslimat NU ini juga mendorong semua pihak berani bersuara bila terjadi hal-hal yang mencurigakan atau mengarah pada kekerasan terhadap anak.

"Mari kita kikis habis ancaman kekerasan seksual terhadap anak. Kita wujudkan lingkungan yang ramah anak, baik di rumah maupun di sekolah. Kita asah dan tingkatkan kepekaan sosial agar anak-anak kita terlindungi. Mereka adalah generasi penerus, mereka adalah wajah bangsa ini di masa yang akan datang. Generasi yang sehat, cerdas dan gembira adalah aset berharga kita," kata Khofifah. [dan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini