Khofifah Beri Rp1 Juta Bagi Perantau yang Pulang dari Wamena

Kamis, 3 Oktober 2019 09:11 Reporter : Darmadi Sasongko
Khofifah Beri Rp1 Juta Bagi Perantau yang Pulang dari Wamena khofifah temui perantau yang pulang dari wamena. ©2019 Merdeka.com/darmadi

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menyerahkan para perantau yang pulang dari Wamena ke Dinas Sosial (Dinsos) masing-masing kabupaten. Setelah dilakukan pendataan untuk kepentingan administrasi, mereka diserahkan melalui sebuah berita acara.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, para perantau tersebut didata dan dilakukan serah terima kepada pemerintah daerah tinggal masing-masing. Saat ini, sebagian mereka tidak memiliki kartu identitas diri setelah menyelamatkan diri dari kerusuhan di Wamena.

"Ada serah terima berita acara, data-data mereka kita serahkan. Sebagian besar memang tidak membawa KTP, ini sudah hari ke empat. Begitupun yang kemarin-kemarin," kata Khofifah di Kantor Bakorwil Malang, Rabu (2/10) malam.

Pemprov akan mengantarkan para perantau pada titik di mana mereka dapat kembali bersama keluarga masing-masing. Mereka mendapatkan pemenuhan kebutuhan yang bersifat mendasar untuk sementara.

"Karena sebagian besar itu pakaian hanya di badan. Makanya kita siapkan pakaian siap pakai, kemudian sembako, sampai di rumah harus bisa siap dikonsumsi. Bekal mereka masing-masing terima Rp1 juta, kecuali balita," katanya.

Penanganan dan pengawasan selanjutnya diserahkan ke Dinsos kabupaten masing-masing. Termasuk kemungkinan jika perlu dilakukan konseling. Tetapi khusus perawatan bagi yang sakit semua dalam tanggungan Pemprov Jawa Timur.

"Kita menyerahkan ke masing-masing daerah. Dinsos memiliki konselor, tetapi yang sakit langsung dirawat di bawah layanan Pemprov, di Rumah Sakit dr Soetomo dan RSSA Malang," ungkapnya.

©2019 Merdeka.com/darmadi

Hingga sekarang, Pemprov Jatim menyediakan Posko Jayapura yang melayani warganya yang ingin kembali ke Jawa Timur. Mereka didaftar antara yang memilih pesawat atau kapal laut. Tidak keseluruhan para perantau ingin pulang ke Jawa Timur. Sebagian yang sudah tinggal di Wamena, merasa sudah cukup di Jayapura saja.

"Kita punya posko Jayapura, mereka ingin mendaftarkan pulang pakai pesawat atau kapal laut. Dicatat secara administrasi, karena ada yang dari Wamena, sudah di Jayapura saja cukup. Semua teradministrasikan dan saling mengkonfirmasi ke Posko," jelasnya.

Mantan Menteri Sosial RI ini menjamin semua perantau masuk dalam pendataan yang dinilai sangat penting, terkait kepentingan penanganan lebih lanjut oleh Pemerintah Pusat. Jika nantinya dibutuhkan maka data-data itu sudah siap.

"Jika suatu saat ada konsesi dari Pemerintah Pusat, misalnya toko atau rumah yang terbakar, sehingga mereka bisa bekerja kembali ke sana, kita sudah siapkan datanya," ulasnya.

Saat ini sudah tiga kloter warga perantau Jawa Timur di Wamena yang kembali pulang ke Jawa Timur. Rombongan pertama melalui Semarang sejumlah 43 orang, Lanud Abdulrachman Saleh Malang sejumlah 121 orang dan Bandara Djuanda Sidoarjo sejumlah 41 orang.

"Besok (hari ini) rencananya akan datang sekitar 130 orang. Kami menyampaikan terimakasih kepada TNI AU yang telah membantu memudahkan kepulangan warga Jatim yang sedang merantau di Wamena," pungkas Khofifah. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini