Ketum PBNU Temui Jokowi di Istana, Undang Buka Forum Tokoh Agama Dunia

Kamis, 22 September 2022 12:59 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Ketum PBNU Temui Jokowi di Istana, Undang Buka Forum Tokoh Agama Dunia Jokowi lantik Yahya Cholil Staquf jadi anggota Wantimpres. ©2018 Merdeka.com/Supriatin

Merdeka.com - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta. Gus Yahya mengundang kepala negara ke forum Religion of Twenty (R20).

R20 merupakan pertemuan antar pemuka agama di dunia yang digagas pelh PBNU dengan menggandeng Liga Muslim Dunia. Agenda itu digelar pada 2-3 November 2022 di Nusa Dua, Bali yang termasuk dalam rangkaian Engagement Group dari Presidensi Group of Twenty (G20).

"Insya Allah akan kita selenggarakan pada 2 dan 3 November yang akan datang 2 minggu sebelum forum G20. Kami tadi memohon kesediaan presiden untuk hadir memberikan arahan dan membuka secara resmi forum R20," kata Gus Yahya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/9).

"Dan bapak presiden mengatakan berkenan hadir, insya Allah kami juga akan mengundang berapa tokoh yang di samping merupakan tokoh agama, juga pemimpin negara," tambahnya.

Gus Yahya mengatakan, topik utama forum R20 ini adalah upaya para pemimpin agama di dunia menjadikan agama sebagai bagian dari solusi, bukan masalah.

"Bagaimana agama bisa menyediakan inspirasi spiritual untuk mencari jalan keluar dari berbagai masalah global. Ini yang akan jadi topik utama," kata dia.

2 dari 2 halaman

Menurutnya, saat ini masih banyak masalah yang terjadi di berbagai belahan dunia yang berakar pada agama. Seperti di Afrika Barat, India, Asia Tenggara, maupun Timur Tengah juga.

"Nah bagaimana pemimpin-pemimpin agama ini menemukan kesepakatan tentang cara pandang bersama dalam melihat agama supaya agama tidak lagi menjadi masalah," ucapnya.

"Dan mulai berpikir tentang bagaimana agama bisa berkontribusi bagi solusi berbagai masalah-masalah global baik di dalam arena politik, dalam arena ekonomi dan lain sebagainya," terang Gus Yahya. [tin]

Baca juga:
Cak Imin: Masa Kader NU Wapres Terus, Sekali-Kali jadi Presiden
NU Menolak Politik Identitas atau jadi Bagian Kelompok Identitas
Sambut Seabad NU, Ketum PBNU Sebut Akan Kumpulkan Para Pemimpin Agama Sedunia di Bali
Said Aqil: Jika Tidak Ada NU di Indonesia, Umat Islam Mudah Dibawa ke Kehancuran
Wakil Rais Aam PBNU: Mahfud MD Salah Satu Capres Alternatif di Pemilu 2024
PBNU: Polri Perlu Bekerja Keras Memulihkan Kepercayaan Masyarakat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini