Ketua Umum AMSI Beberkan Daya Rusak Konten Disinformasi

Kamis, 18 Juni 2020 20:46 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Ketua Umum AMSI Beberkan Daya Rusak Konten Disinformasi Ketua AMSI Jakarta. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wens Manggut, membeberkan sejumlah dampak negatif yang dihasilkan oleh konten-konten yang dibuat dengan tujuan untuk menciptakan disinformasi.

Konten-konten tersebut, jelas Wens, memiliki daya rusak yang besar. Tidak saja bagi masyarakat, tapi juga bagi pemerintah. Sebab mengaburkan informasi yang sebenarnya.

"Pemerintah atau publik perlu merekam pendapat original. Bayangkan kalau yang original itu ditangkap lewat trending. Padahal itu permainan yang tadi disebut di belakang layar. Oleh si ini si itu, jadilah dia viral, jadilah dia diperbincangkan khalayak," ujar dia, dalam diskusi 'Buzzer, Media, dan Kita', Kamis (18/6).

Tentu, pihak-pihak seperti buzzer yang bermain di balik konten-konten tersebut punya tujuan agar isu yang sedang dibangunnya menjadi besar. Atau jika meminjam istilah Twitter, menjadi trending topic.

"Bayangkan kalau aspirasi digital itu ditangkap seperti itu. Atau itu ditangkap sebagai aspirasi dunia digital. Betapa tersesatnya kita kan? Betapa tersesatnya juga pemerintah kalau dia menangkap bahwa itu adalah aspirasi," terang Wens.

"Pemerintah juga akan meraba hal yang salah di situ. Dia anggap bahwa ini suara publik, padahal ada algoritma di belakangnya yang bermain," imbuh dia.

Platform media sosial juga akan dirugikan. Sebab berkembangnya konten-konten negatif dapat mencoreng citra platform itu sendiri.

"Platform bakal rugi karena setiap hal kayak begini terjadi image platform juga rusak dia adalah arena orang berkelahi nya orang dengan tidak sopan," terang dia.

Baca Selanjutnya: Twitter Wadah Buzzer Cari Perhatian...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini