Ketua Satgas: Seseorang Bawa Dokumen Swab Negatif Tidak Jaminan Bebas Covid-19

Selasa, 20 April 2021 22:30 Reporter : Supriatin
Ketua Satgas: Seseorang Bawa Dokumen Swab Negatif Tidak Jaminan Bebas Covid-19 Doni Monardo saat Rakor dengan Pemprov Aceh. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengimbau masyarakat khususnya di Provinsi Aceh tidak mudik atau pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran Idul Fitri 2021. Meskipun, masyarakat Aceh telah mengantongi dokumen negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Doni menegaskan, memiliki dokumen negatif Covid-19 tidak menjamin seseorang bebas dari virus SARS-CoV-2 itu.

“Tidak menjamin seseorang yang sudah membawa dokumen negatif Covid-19 akan selamanya negatif. Kita sudah buktikan, mereka yang berada di dalam perjalanan itu punya risiko yang sangat tinggi (terpapar Covid-19),” katanya dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama Pemerintah Provinsi Aceh di Kota Banda Aceh, Selasa (20/4).

Doni menyebut, terjangkit Covid-19 dalam perjalanan sangat mungkin terjadi. Apalagi jika dalam perjalanan terdapat orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

“Mereka sudah negatif Covid-19, merasa nyaman, tetapi tanpa sadar mereka menyentuh bagian tertentu dari permukaan benda-benda yang mungkin sudah terkena droplet dari seseorang yang positif Covid-19,” jelas Doni.

Sebelumnya, Doni menegaskan, mudik berisiko tinggi menularkan virus Covid-19 kepada keluarga di kampung halaman. Covid-19 bisa mengakibatkan fatalitas atau kematian bagi kelompok lansia di atas 60 tahun.

Dia mengambil contoh kasus di Sumatera Utara, lansia meninggal dunia karena terpapar Covid-19 dari anaknya yang mudik.

"Artinya apa? Mereka yang pulang kampung bisa jadi adalah pembawa virus, pembawa Covid-19. Berarti secara tidak langsung mereka yang membawa Covid-19 ini, mohon maaf kata-kata saya kasar dan keras sekali, sebagai pembunuh potensial," katanya, Senin (19/4).

Doni menekankan, Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19. Meski laju peningkatan kasus positif Covid-19 di tanah air melambat, bukan berarti pandemi Covid-19 telah berakhir.

"Covid-19 saat ini semakin terkendali namun sifatnya sementara. Kalau kita tidak lakukan upaya maksimal dalam pencegahan maka tidak menutup kemungkinan Covid-19 meningkat kembali," ujarnya.

Doni menyebut, kasus aktif Covid-19 di Indonesia berada di angka 106.243 per 17 April 2021. Data ini menurun 39,86 persen dari kasus aktif Covid-19 pada 5 Februari 2021 yang mencapai 176.672.

Meski cenderung menurun, dia meminta masyarakat tidak merasa puas dengan perkembangan kasus aktif Covid-19 sehingga lengah menekan mobilitas.

"Kita harus tetap waspada, kita harus tidak boleh kendor, kita harus tetap harus berbuat lebih baik lagi dalam rangka menjaga atau menerapkan protokol kesehatan," tandasnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini