Ketua Panitia Sengaja Gelar Maulid Nabi buat Obati Rindu ke Rizieq Syihab

Senin, 3 Mei 2021 12:47 Reporter : Bachtiarudin Alam
Ketua Panitia Sengaja Gelar Maulid Nabi buat Obati Rindu ke Rizieq Syihab Habib Rizieq Syihab bersama Lima Mantan Petinggi FPI Diambil Sumpah. ©2021 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Ketua Panitia Maulid Nabi Haris Ubaidillah mengungkapkan bahwa acara Maulid Nabi di Petamburan dibuat sengaja untuk menyambut Habib Rizieq Syihab yang baru tiba di Indonesia setelah diperbolehkan pulang dari Arab Saudi.

Pada sidang kali ini, Haris yang didudukan sebagai saksi bersama Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al Habsyi, Maman Suryadi, dan Habib Rizieq diperiksa sebagai saksi untuk saling berikan keterangan silang pada masing-masing perkara nomor 221, 222, dan 226 soal kerumunan di Petamburan dan Megamendung.

Kemudian, Haris mengatakan rencana Maulid Nabi tersebut sebelumnya belum direncanakan. Sebab, ia baru mendapat kabar soal izin kepulangan Rizieq pada 2 November 2020.

"Sebelum guru kami datang ke Indonesia kita belum ada acara maulid, tapi pada saat aksi di depan Kedutaan Perancis itu ada pengumuman bahwasannya guru kami ini mendapat bayan safar atau exit permin," kata Haris dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Senin (3/5).

Selanjutnya, Haris mengaku mengusulkan melaksanakan Maulid Nabi. Usulan ini disampaikan pada saat rapat mingguan pengurus FPI yang digelar sebelum kedatangan Rizieq.

"Kita ada rapat, berdasarkan informasi guru kami mau datang ke Indonesia, saya usul pada rapat pengurus, itu rapat mingguan, bagaimana kita adakan peringatan maulid guru kita akan hadir," lanjut Haris.

Atas hal itu, Haris mengatakan acara ini selain memperingati Maulid Nabi disebut juga untuk mengobati rindu serta menyambut kepulangan Habib Rizieq yang diketahui hampir dua tahun berada di Arab Saudi.

"Tentu ini merupakan satu obat rindu kita, sekaligus kita hormati nabi kita sekaligus menyambut guru kita," kata Haris.

Pada saat itu, Haris mengatakan usulannya diterima dan disetujui untuk pelaksanaan Maulid Nabi. Dia juga mengaku ditunjuk sebagai ketua panitia dalam rapat tersebut.

"Alhamdulillah rapat saat itu setuju untuk mengadakan peringatan maulid karena saya yang mengusulkan saya yang menjadi ketua panitia. Alhamdulillah dengan senang hati, menghormati nabi dan menghormati guru kami terima tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab," tuturnya.

Untuk diketahui dalam sidang kali ini, hakim ketua Suparman Nyompa memutuskan sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saski secara silang yang artinya keseluruhan terdakwa di dudukan sebagai saksi dan saling berikan keterangan untuk tiap-tiap perkara secara bersama-sama.

Sebelumnya dalam perkara ini Rizieq turut terdaftar dalam perkara nomor 221 untuk kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat dan 226 terkait kerumunan di Megamendung, Kabupaten Bogor. Lalu pada perkara nomor 222 terhadap lima mantan petinggi FPI yakni Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al Habsyi, Maman Suryadi, dan Haris Ubaidillah sama juga terkait kasus kerumunan di Petamburan.

Kemudian terkait dakwaan perkara pada nomor 221 dan 222, Rizieq bersama lima mantan petinggi FPI didakwa telah menghasut pengikutnya untuk menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pernikahan putrinya di Petamburan, pada 14 November 2020.

Jaksa membeberkan bahwa Rizieq menghasut pengikutnya saat menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, sekaligus pernikahan putrinya di Petamburan, pada 13 November 2020.

Oleh sebab itu, Rizieq berserta dan kelima mantan petinggi FPI perkara 222 telah didakwa dengan lima dakwaan yakni Pasal 160 KUHP jo Pasal 99 Undang-undang nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atau, Pasal 216 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, atau ketiga Pasal 93 UU nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selanjutnya, pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Atau terakhir Pasal 82A ayat (1) jo 59 ayat (3) huruf c dan d UU nomor 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas UU nomor 17 Tahun 2013 tenang Organisasi Kemasyarakatan menjadi UU jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 10 huruf b KUHP jo Pasal 35 ayat (1) KUHP.

Sementara dalam perkara nomor 226/Pid.B/2021/PN.Jkt Tim terkait kerumunan di Megamendung, Rizieq didakwa telah melanggar Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan. Ia dinilai menghalangi penanggulangan wabah virus Corona lantaran terjadi kerumunan simpatisannya di Megamendung, Kabupaten Bogor pada 13 November lalu.

Karena hal itu Rizieq dikenakan Pasal 93 UU nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo pasal 14 ayat (1) UU nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular jo 216 ayat 1 KUHP. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini