Ketua KPK Tidak Patah Arang Ada Usulan UU KPK Direvisi Lagi

Sabtu, 26 Oktober 2019 08:31 Reporter : Yunita Amalia
Ketua KPK Tidak Patah Arang Ada Usulan UU KPK Direvisi Lagi KPK OTT Kasus Suap izin impor bawang putih. ©2019 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KP)K Agus Rahardjo tidak patah arang mengharap adanya revisi kembali Undang-Undang KPK nomor 19 tahun 2019. Tetapi adanya permintaan tersebut, menurut Agus guna mencapai indeks korupsi yang positif dalam pemberantasan korupsi.

"Saya juga berharap, kita, di DPR maupun pemerintah dalam hal ini Presiden Pak Jokowi juga memikirkan lagi Undang-Undang nomor 19 tahun 2019 apakah itu mungkin tidak perlu direvisi tolong dipikirkan," ujar Agus saat menghadiri media gathering di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (26/10).

Mantan Ketua LKPP itu menuturkan tidak ingin terkesan ngotot dan memaksa diadakan kembali revisi, namun jika revisi urung dilakukan, dia berharap ada solusi lain dalam memberantas tindakan rasuah.

Dia menyadari dinamika di penghujung akhir jabatannya di KPK sangat menyedot perhatian, mulai dari proses seleksi calon pimpinan KPK, hingga klimaksnya revisi Undang-Undang KPK nomor 20 tahun 2001 menjadi Undang-Undang nomor 19 tahun 2019.

Agus menuturkan, banyaknya dinamika itu jangan dijadikan penghambat atau melunturkan semangat antikorupsi. Ia meminta masyarakat terus mengawal kinerja KPK empat tahun ke depan.

Dia mengingatkan kembali dinamika pemilihan Capim KPK di eranya juga mendapat kritikan dari pelbagai masyarakat karena dianggap hanya berfokus pada pencegahan ketimbang penindakan.

"Saat kami memimpin boleh dikatakan skeptis tapi kemudian dalam berjalannya waktu ya mungkin tidak optimal betul ada sisi positifnya," ujarnya.

Agus pun mengaku belum memiliki rencana usai melepas jabatannya sebagai Ketua KPK. Sementara Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pun demikian, kendati ia menegaskan tetap akan berkecimpung di dunia lingkungan.

Diketahui, Agus Rahardjo, Laode M Syarif, Basaria Panjaitan, Saut Situmorang, dan Alexander Marwata akan menyudahi masa tugasnya pada Desember. Terkecuali Alex yang kembali terpilih menjadi pimpinan KPK di periode selanjutnya.

Alex akan kembali menjadi punggawa pemberantasan rasuah bersama Firli Bahuri, Lily Pintauli, Nurul Ghufron dan Nawawi Pomolango. Diketuai oleh Firli, pimpinan KPK tersebut akan menjabat periode 2019-2023. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini