Ketua KPK: Di Banten itu kejahatan keluarga

Rabu, 4 Desember 2013 11:43 Reporter : Putri Artika R
Ketua KPK: Di Banten itu kejahatan keluarga Abraham Samad. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Ketua KPK Abraham Samad menyebut kejahatan korupsi yang terjadi di Provinsi Banten merupakan kejahatan keluarga. Abraham mengatakan, para pelaku dan motif perbuatan korupsinya juga mirip.

"Agak mirip. Pasti bisa kamu (wartawan) terjemahkan, di Banten itu kejahatan keluarga," kata Abraham di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/11).

Untuk itu, KPK terus melakukan pendalaman kasus-kasus korupsi di Banten. Ia menduga banyak kasus korupsi di Banten dan Tangerang Selatan.

"Kita masih melakukan pendalaman terus, karena kita ingin membongkar kasus di Banten secara utuh, kasus di Banten itu banyak, bukan cuma di Tangsel, tapi juga di Provinsi Banten juga, banyak sekali pengaduan masyarakat," jelasnya.

Topik Pilihan: korupsi alat kesehatan | Mobil Mewah Suami Airin

Menurut Abraham, KPK akan memeriksa satu per satu kasus-kasus tersebut. Ia menduga kasus korupsi di Tangsel dan Banten saling berkaitan.

"Kita ingin memeriksa satu persatu dan mensinergikan, karena antara satu dengan lainnya punya keterkaitan. Oleh karena itu, kita masih memerlukan beberapa informasi keterangan dan fakta," ujarnya.

Abraham menambahkan, bukan saja menemukan dugaan korupsi di alat-alat kesehatan Dinkes Tangsel, namun juga pembangunan infrastruktur dan bansos di Banten. "Banyak hal, Alkes itu kan ada juga di tingkat provinsi, bansos juga, terus pembangunan infrastruktur dan lain-lain, itu yang akan kita telusuri agar supaya kita bisa melihat secara utuh, karena antara satu proyek dan proyek lainnya mempunyai hubungan erat," ujarnya.

Diketahui, KPK tengah menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di Tangsel. Salah satu tersangkanya yakni Adik Gubernur Banten, Tubagus Chaeri Wardana. Tubagus juga merupakan suami dari wali kota Tangerang Selatan Airin.

KPK juga tengah menyelidiki dugaan korupsi dana bansos Banten dan pengadaan alkes dinkes Banten. Airin dan Ratu Atut sendiri hari ini dijadwalkan diperiksa dalam kasus-kasus tersebut. [has]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini