Ketua IDI: Masih Mungkin Kasus Covid-19 Tambah 50.000 Dalam Sehari

Selasa, 22 Juni 2021 13:27 Reporter : Supriatin
Ketua IDI: Masih Mungkin Kasus Covid-19 Tambah 50.000 Dalam Sehari Ketua Satgas Covid-19 IDI, Zubairi Djoerban. ©2020 Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Ketua Dewan Pertimbangan Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof Zubairi Djoerban memprediksi kasus Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat. Bahkan, bisa mencapai 50.000 kasus Covid-19 dalam sehari.

"Masih mungkin kita mencapai 50.000 kasus baru sehari. Jadi memang amat sangat mengkhawatirkan kondisi sekarang ini," katanya kepada merdeka.com, Selasa (22/6).

Meski demikian, laju penularan Covid-19 ini bisa dicegah dengan berbagai cara. Di antaranya, meningkatkan vaksinasi Covid-19, meningkatkan testing dan tracing, menerapkan lockdown ketat serta membatasi kerumunan.

Di tengah laju peningkatan kasus Covid-19, Prof Zubairi berharap pemerintah menyelamatkan fasilitas kesehatan dari ancaman kolaps. Jika fasilitas kesehatan kolaps, tenaga kesehatan tak bisa lagi melayani pasien Covid-19.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan pemerintah untuk mencegah fasilitas kesehatan kolaps. Pertama, menambah tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19.

"Kemudian nakes (tenaga kesehatan) harus direkrut lagi karena rupanya tenaga kesehatan itu ada yang bekerja di rumah sakit rujukan, ada yang tidak. Ada juga yang kerja di bidang lain, nah itu bisa direkrut, bisa ditawarkan," ujarnya.

Ketiga, rumah sakit rujukan Covid-19 harus menyediakan fasilitas berupa alat pelindung diri (APD), laboratorium hingga obat untuk tiga hingga enam bulan mendatang.

Keempat, membuat mapping tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan Covid-19 setiap provinsi. Pemerintah juga harus memastikan pencairan insentif untuk tenaga kesehatan sesuai waktunya.

"Satu hal lagi, rumah sakit rujukan Covid-19 itu supaya tidak ambruk harus memerlukan anggaran, biaya. Nah ternyata yang seharusnya diterima rumah sakit untuk pasien-pasien rujukan yang lalu, yang dijanjikan oleh negara itu masih banyak yang belum dibayar. Nah itu amat membahayakan kehidupan rumah sakit," tandasnya. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini