Ketua DPW PAN Jateng Akui Terima Rp 600 Juta dari Taufik Kurniawan

Rabu, 10 April 2019 17:37 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Ketua DPW PAN Jateng Akui Terima Rp 600 Juta dari Taufik Kurniawan Taufik Kurniawan diperiksa KPK. ©2019 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Ketua DPW PAN Jateng Wahyu Kristianto mengaku menerima uang suap dari Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan senilai Rp 600 juta. Namun dana tersebut sudah dikembalikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wahyu Kristianto merupakan salah satu yang dihadirkan sebagai saksi di persidangan. Selain Wahyu, ada pula Samsu Rizal Hadi alias Hadi Gajut selaku rekanan kontraktor swasta di Purbalingga yang turut dimintai keterangan sebagai saksi.

Wahyu mengatakan uang yang diterima merupakan fee yang diberikan Tasdi untuk pengurusan DAK Purbalingga Tahun 2017, yang diupayakan Taufik Kurniawan.

"Saya menerima uang Rp 1,2 miliar dari Hadi Gajut atas perintah Tasdi di rumah saya. Kemudian saya informasikan ke Pak Taufik. Selanjutnya Rp 600 juta serahkan Haria Fikri atas perintah Taufik, sisanya diberikan kepada saya," kata Wahyu Kristianto dalam sidang pemeriksaan saksi dugaan kasus pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Kebumen dan Purbalingga, di Tipikor, Rabu (10/4).

Saat itu juga, Wahyu sempat bertemu dengan Tasdi untuk menanyakan kesanggupan pemberian komitmen fee sebesar 5 persen untuk DAK Purbalingga tahun 2017.

"Dalam pertemuan itu juga saya tanyakan kesanggupan Tasdi dan rekan-rekan pengusaha siap," imbuhnya.

Meski demikian, Wahyu menambahkan jika uang Rp 600 juta yang diterimanya telah dia kembalikan kepada penyidik KPK. Uang tersebut kemudian dijadikan sebagai barang bukti oleh penyidik.

"Saya sudah mengembalikan uangnya kepada penyidik saat diperiksa," katanya.

Sedangkan dalam kesaksiannya, Samsu Rizal Hadi mengaku telah memberikan uang hasil antara para rekanan pengusaha urunan senilai Rp 1,2 miliar. Uang itu adalah komitmen fee untuk DAK Kabupaten Purbalingga pada APBN tahun anggaran 2017, yang akhirnya terealisasi sebesar Rp 40 miliar.

Sesuai kesepakatan, Hadi Gajut bertugas menyerahkan uang tersebut ke Taufik melalui Wahyu Kristianto di kediamannya, Mandiraja, Banjarnegara.

"Saya sampaikan, ini komitmen dari Pak Bupati (Purbalingga). Saya menyerahkan atas persetujuan teman-teman pengusaha," kata Hadi.

Jaksa KPK Eva Yustisiana mengatakan bahwa uang yang diberikan senilai Rp 600 juta tersebut sudah dikembalikan ke lembaga antirasuah. "Sudah dikembalikan uang senilai Rp 600 juta waktu penyidikan," kata Eva.

Seperti diketahui Taufik Kurniawan diseret ke meja hijau dalam kasus suap pengurusan DAK Kabupaten Kebumen. Pada saat sidang dakwaan terungkap bahwa politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu terlibat dalam pengaturan DAK Kabupaten Purbalingga.

Taufik dalam dakwaannya disebut menerima Rp 3,6 miliar dari eks Bupati Kebumen Yahya Fuad. Sementara dari Bupati Purbalingga nonaktif Tasdi, dia mendapat Rp 1,2 miliar. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini