Ketua DPR Sarankan Prabowo Mengadu ke MK jika Tidak Puas Hasil Pemilu

Rabu, 15 Mei 2019 11:50 Reporter : Sania Mashabi
Ketua DPR Sarankan Prabowo Mengadu ke MK jika Tidak Puas Hasil Pemilu Jokowi hadiri buka puasa di rumah Ketua DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyoroti sikap Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menolak hasil Pemilu 2019. Bamsoet menyampaikan, sikap semacam itu adalah hak bagi setiap warga negara.

"Ya sebenarnya semua pihak, setiap warga negara berhak menyampaikan berbagai hal termasuk berbagai dugaan adanya kecurangan dalam pemilu baik legislatif maupun Pilpres kemarin," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5).

Meski begitu, menurut Bamsoet, jika memang ada pihak yang merasa tidak puas dengan hasil Pemilu sebaiknya menempuh jalur hukum yang sudah disediakan Undang-Undang. Termasuk untuk menangani sengketa kecurangan Pemilu.

"Sehingga bisa diproses dan itulah sistem hukum yang berjalan termasuk di negara kita. Kalau itu disampaikan kepada publik, tanpa didukung oleh bukti-bukti yang faktual, karena bukti faktual sangat diperlukan di pengadilan, kalau kita di pengadilan Mahkamah Konstitusi (MK)," ungkapnya.

Bamsoet menjelaskan, ketidakpercayaan terhadap hasil Pilpres bisa berdampak pada hasil Pileg. Sebab, kata dia, jika memang ada kecurangan dalam Pilpres maka Mahkamah Konstitusi juga akan menyoroti ulang hasil Pileg.

"Karena itu suatu paket, atau kesatuan Pileg dan Pilpres yang diadakan langsung dalam satu hari. Jadi marilah kita lebih berdewasa dalam berpolitik, kalau kita memiliki bukti-bukti yang sah adanya kecurangan, ada saluran yang disiapkan oleh negara yaitu MK," ucapnya.

Tambahnya, bukti kecurangan Pemilu tidak hanya bisa disampaikan ke publik. Lebih ba,ik lanjut Bamsoet, bukti itu disampaikan ke pihak yang berwenang.

"Kalau itu disampaikan demikian maka sampaikan nanti di pengadilan Mahkamah Konstitusi, buka kepada publik dengan bukti-bukti dan fakta-fakta, tinggal hakim nanti yang memutuskan apakah kecurangan ada di mana, misalnya di daerah A di daerah B, tapi tidak mengeneralisir semua," ucapnya.

Sebelumnya, Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menolak hasil perhitungan suara Pilpres 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai diwarnai kecurangan. Prabowo tak akan menerima hasil suara yang dimanipulasi.

"Sikap saya adalah saya akan menolak hasil penghitungan yang curang, kami tidak bisa menerima ketidakadilan, ketidakbenaran dan ketidakjujuran," kata Prabowo saat mengungkap fakta-fakta kecurangan Pilpres di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5). [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Capres Prabowo
  2. Pemilu 2019
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini