Ketua DPC PDIP Paluta Terpidana Kasus Penggelapan Jadi Buronan Kejaksaan

Selasa, 22 Desember 2020 15:46 Reporter : Yan Muhardiansyah
Ketua DPC PDIP Paluta Terpidana Kasus Penggelapan Jadi Buronan Kejaksaan Ilustrasi persidangan. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Syafaruddin Harahap, dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan. Mantan anggota DPRD Paluta itu jadi buronan karena tidak ditemukan saat akan dieksekusi untuk menjalani hukuman dua tahun penjara karena melakukan penggelapan.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan, Kejari Paluta mendatangi rumah Syafaruddin pada Senin (21/12). Mereka ingin melaksanakan putusan Mahkamah Agung RI pada 2019 yang menghukum terdakwa 2 tahun penjara.

"Namun saat tim Kejari Paluta hendak mengeksekusinya, terpidana tidak berada di kediamannya. Istrinya beralasan dia sedang berobat di rumah sakit di Medan," ucap Sumanggar, Selasa (22/12).

Karena gagal menjemput Syafaruddin. Tim Kejari Paluta meminta bantuan kepada Kejati Sumatera Utara agar mengeluarkan surat pencekalan terhadapnya.

"Kita terbitkan DPO dan pencekalannya agar yang bersangkutan tidak bisa ke luar kota ataupun ke luar negeri," paparnya.

Sumanggar mengimbau agar Syafaruddin segera melaporkan dirinya ke Kejari Paluta untuk mengikuti proses hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Syafaruddin dijatuhi hukuman 2 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Padang Sidempuan pada 6 Maret 2019. Dia dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan surat tanah seluas 2.500 hektare. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Buronan
  3. Kasus Penggelapan
  4. Medan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini