Ketua BKSAP DPR Ingatkan Rencana Aneksasi Israel Bisa Picu Perang Terbuka

Kamis, 11 Juni 2020 21:46 Reporter : Tim Merdeka
Ketua BKSAP DPR Ingatkan Rencana Aneksasi Israel Bisa Picu Perang Terbuka Aksi protes warga Palestina di peringatan Nakba ke-72 tahun. ©2020 REUTERS/Mohamad Torokman

Merdeka.com - Konflik Palestina-Israel kembali memanas. Setelah kesepakatan koalisi Benyamin Netanyahu dan Jenderal Benny Gantz terbentuk, Israel berencana menganeksasi sebagian wilayah Palestina di Tepi Barat.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menilai sejumlah dampak akan muncul akibat rencana teranyar pendudukan Israel atas Tepi Barat itu.

"Dampak mengerikan dari rencana aneksasi itu adalah meletusnya perang terbuka Palestina-Israel secara masif, solusi dua negara akan seperti ilusi, stabilitas kawasan dan global terancam terlebih saat dunia menghadapi pandemi," kata Fadli Zon, Kamis (11/6).

Menurut Fadli, akar masalahnya karena Israel tak mau tunduk terhadap norma dan hukum internasional manapun, termasuk Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 242 yang menyerukan Israel menarik diri dari wilayah-wilayah yang diduduki dalam Perang enam hari tahun 1967.

Dia mendesak PBB, OKI, dan masyarakat internasional lainnya segera mengambil langkah yang diperlukan. Memboikot Israel dan mengisolasinya dari pergaulan internasional bisa menjadi pilihan.

Langkah aneksasi ilegal tersebut, lantaran Israel meyakini tak akan ada sanksi apa pun atas langkahnya itu termasuk dari Dewan Keamanan PBB. Perlu ada tindakan tegas agar Israel tak semena-mena.

Pada sisi lain, mantan Wakil Ketua DPR itu memuji inisiatif pimpinan Hamas, Ismail Haniyeh, yang secara khusus mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Hamas meminta Joko Widodo mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mencegah aneksasi Tepi Barat oleh Israel.

"Presiden Jokowi harus merespon permintaan khusus tersebut. Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia secara moralitas selayaknya terdepan dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina," desak Fadli Zon.

warga israel protes rencana pencaplokan wilayah palestina

Indonesia Mengecam Rencana Israel

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras ambisi Israel untuk mencaplok atau aneksasi Tepi Barat Palestina. Kemlu menegaskan rencana itu bertentangan dengan hukum internasional.

"(Indonesia) mengecam keras dan menolak rencana aneksasi wilayah Palestina di Tepi Barat oleh Israel. Rencana tersebut ilegal dan bertentangan dengan berbagai resolusi PBB dan hukum internasional," ujar (Plt.) juru bicara Kemlu Teuku Faizasyah, seperti dilansir VOA Indonesia, Kamis (11/6).

Faizasyah menekankan, jika aneksasi itu jadi dilaksanakan, tindakan ini akan mengancam stabilitas dan keamanan di kawasan Timur Tengah. Hal tersebut juga akan makin menjauhkan penyelesaian konflik Palestina-Israel berdasarkan solusi dua negara.

Pemerintah Indonesia, mendesak masyarakat internasional untuk menolak rencana aneksasi Israel terhadap wilayah Palestina itu. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menyurati mitranya di 30 negara untuk mengambil sikap yang sama, yakni menentang keras rencana aneksasi Israel itu.

Di samping itu, Retno Marsudi juga sudah membahas rencana aneksasi Israel ini melalui telepon dengan sejumlah menteri luar negeri dari negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI). Menlu Retno Marsudi akan menghadiri pertemuan luar biasa para menteri luar negeri OKI untuk membahas rencana aneksasi Israel itu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengumumkan proses aneksasi terhadap 30 wilayah permukiman Yahudi dan Lembah Yordania di Tepi Barat akan dimulai pada 1 Juli. Rencana ini mendapat reaksi keras dari Palestina dan Yordania.

Presiden Palestina Mahmud Abbas langsung memutuskan kerjasama keamanan dengan Israel di Tepi Barat. Sedangkan Raja Abdullah bin Husain dari Yordania mengatakan bila aneksasi itu terjadi, dirinya mengancam akan menarik diri dari perjanjian damai dengan Israel yang ditandatangani pada 1993. [ian]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini