Ketika Wanita Emas tersandung kasus penipuan

Kamis, 14 April 2016 06:46 Reporter : Dieqy Hasbi Widhana
Ketika Wanita Emas tersandung kasus penipuan Hasnaeni di Pasar Ikan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Caleg DPR Hasnaeni Mischa Moein yang kerap mengklaim diri sebagai 'Wanita Emas', terseret kasus penipuan tender proyek pembangunan jalan di Jayapura. Bakal calon Gubernur DKI Jakarta ini dipolisikan oleh Direktur Utama PT Trikora Cipta Jaya, Abu Arief M ke Polda Metro Jaya.

Kasus tahun 2014 silam ini, kembali muncul ke permukaan di saat Hasnaeni sibuk merayu beberapa partai politik untuk mendukung atau mengusungnya. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti mengungkapkan sudah 7 orang diperiksa atas kasus ini.

"Nanti selanjutnya kami periksa terlapor yang sempat dua kali mangkir pemeriksaan sebagai saksi," kata Krishna di Polda Metro Jaya, Rabu (13/4) lalu.

Meski demikian, Krishna tak menjelaskan detail siapa-siapa saja yang telah diperiksa oleh pihak penyidik. Namun Hasnaeni dikabarkan akan memenuhi panggilan pemeriksaan paksa pada Jumat (15/4) atau Sabtu (16/4) mendatang.

"Yang penting intinya kami dalam hal ini telah melengkapi MINDIK (sprin gas, sprin dik, SP2HP, surat panggilan). Dan berharap yang bersangkutan segera datang untuk menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Sejauh ini pihak kepolisian telah menyita beberapa barang bukti di antaranya satu lembar surat perjanjian, kwitansi penerimaan cek senilai Rp 500 juta, satu lembar struk transfer bank Mandiri senilai Rp 200 juta, satu lembar fc cek senilai Rp 500 juta, satu lembar struk pembayaran Bank Mandiri senilai Rp 21.396.300, empat lembar struk transfer Bank Mandiri senilai Rp 50 juta, satu buah print out Bank BRI kantor cabang Jayapura terkait pencairan cek senilai Rp 500 juta, dua lembar FC surat sanggahan banding ke Kementerian PU.

"Selain itu kami juga mengamankan satu lembar rekening koran giro no rekening 03070100195301, dua lembar CIF, satu lembar pencairan cek no cek 407264 no rekening 03071001195301 yang semuanya atas nama PT Trikora Cipta Jaya, serta satu lembar slip pengiriman Bank BRI senilai Rp 500 juta atas nama Hasnaeni dan delapan lembar rekening koran Bank Mandiri no. 1540002290694 atas nama Abu Arif," ujarnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya sempat mengungkapkan, Hasnaeni pernah dipanggil pemeriksaan tambahan selama dua kali namun mangkir. "Sampai saat ini penyidik berniat melakukan pemeriksaan tambahan dan telah mengirim 2 kali surat panggilan saksi terhadap Hasnaeni, namun terlapor tidak hadir," ungkapnya.

Namun pernyataan Krisnia dibantah langsung oleh Hasnaeni. Dia mengaku tidak pernah mendapatkan surat resmi pemanggilan dari kepolisan.

"Mangkir dua kali? Saya enggak pernah dapet surat panggilan pemeriksaannya kok. Kalau saya dapat surat resminya, pasti saya akan ke Polda Metro Jaya," kata Hasnaeni.

Sedangkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto menilai mungkin saja kasus ini dilanjutkan karena ditemukannya bukti baru. Hal tersebut tidak berhubungan dengan proses hasrat politik Hasnaeni menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Ya bisa saja karena mungkin ditemukan novum (bukti baru). Jadi pada saat itu (2014) dilakukan penyelidikan, namun belum menemui bukti baru. Kan kita mencari dua alat bukti, pencarian itu tentunya melalui proses. Nah kalau belum ditemukan bukti, ya kasus dihentikan sementara dulu, begitu menemukan bukti baru lagi, baru kita buka kembali," jelas Moechgiyarto. [tyo]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini