Ketika Raja Arab Saudi kepincut wisata di Pulau Dewata

Rabu, 22 Februari 2017 06:31 Reporter : Mardani
Raja Salman jenguk korban insiden crane jatuh. ©2015 REUTERS/Saudi Royal Court

Merdeka.com - Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz Al-Saud, dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret mendatang. Kedatangan Raja Salman dianggap bersejarah bagi Indonesia karena kunjungannya ini merupakan kedua bagi raja Arab Saudi setelah kedatangan pertama pada tahun 1970.

Kedatangan Raja Salman akan diistimewakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nantinya Presiden Jokowi akan menganugerahkan Raja Salman bintang kehormatan tertinggi Republik Indonesia. Hal ini, merupakan balasan setelah hal serupa diberikan oleh Raja Salman ke Presiden Jokowi di Arab Saudi.

Tak hanya itu, Jokowi juga direncanakan akan menjemput langsung Raja Salman di Bandara. Perlakuan serupa juga dilakukan saat Presiden Jokowi mengunjungi Arab Saudi.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Raja Salman dan Presiden Jokowi akan menandatangani investasi terkait niatan Perusahaan minyak dan gas Arab Saudi, Aramco yang berencana membangun kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah.

"Kemudian juga akan ada project lain yang akan ditandatangani kurang lebih sebesar 1 miliar USD dan project lainnya. Tadi bapak Presiden mengharapkan bahwa investasi Saudi Arabia ini secara keseluruhan diharapkan bisa sampai dengan 25 miliar USD," katanya.

Meski berada di Indonesia dari tanggal 1 hingga 9 Maret, rupanya kunjungan kenegaraan Raja Salman hanya pada 1-3 Maret. Sementara sisanya Raja Salman akan memboyong 1.500 rombongan, 10 menteri dan 25 pangeran yang dibawanya beristirahat di pulau dewata Bali.

"Kunjungannya memang panjang yaitu dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 9 Maret tetapi yang kunjungan secara kenegaraan yaitu tanggal 1 sampai dengan tanggal 3. Tanggal 4 sama dengan tanggal 9 Maret beliau akan ada di Bali untuk beristirahat," kata Pramono Anung di Kantor Presiden, Selasa (21/2).

Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir mengatakan Raja Salman tidak menjelaskan secara rinci terkait niatannya memilih beristirahat di Bali. Dia menduga Raja Salman mengetahui Pulau Dewata memang memiliki daya tarik sebagai lokasi untuk beristirahat.

"Bayangan saya, ada sejumlah informasi yang diterima Istana Raja Salman bahwa Bali ada daya tarik. Tidak sedikit warga Saudi, warga Timur Tengah yang berbulan madu di Bali. Bali justru terkenal karena banyak yang ke sana untuk berbulan madu. Bisa jadi karena itu," ujarnya.

[dan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.