Ketika Masinis dan Pegawai KAI 'Alih Profesi' jadi Guru SD di Garut

Rabu, 30 Oktober 2019 11:26 Reporter : Mochammad Iqbal
Ketika Masinis dan Pegawai KAI 'Alih Profesi' jadi Guru SD di Garut Pegawai PT KAI Beri Pengajaran Murid SD di Garut. ©2019 Merdeka.com/Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Sejak Rabu (30/10) pagi, sejumlah pegawai PT KAI (Kereta Api Indonesia) Persero dengan pakaian dinasnya masing-masing sudah bersiap di SDN 2 Padasuka, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Saat ratusan siswa tiba di sekolah, mereka menyambut kedatangan di halaman sekolah dengan penuh senyuman.

Kedatangan para pegawai PT KAI ke SDN 2 Padasuka, merupakan salah satu program yang pertama kali digagas oleh PT KAI, yaitu KAI Mengajar. VP Corporate Culture and General Facilities KAI, Mateta Rijalulhaq menyebut program tersebut merupakan bentuk kepedulian PT KAI di bidang pendidikan.

"Program ini baru pertama kali digelar di mana KAI memberdayakan pegawai milenial untuk terjun mengabdi kepada masyarakat. Jadi per 30 September 2019, jumlah pegawai milenial KAI sebanyak 17.127 orang atau 60,11% dari jumlah total pegawai sebanyak 28.492," ujarnya di SDN 2 Padasuka, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.

©2019 Merdeka.com/Mochammad Iqbal

Dia mengatakan pegawai yang ditunjuk oleh PT KAI sebagai agent of change akan secara intensif memberikan motivasi dan wawasan seputar perkeretaapian di sekolah-sekolah. Garut dipilih sebagai lokasi pertama kegiatan PT KAI mengajar. Ada dua sekolah menjadi lokasi yaitu SDN 2 dan 3 Padasuka, Cikajang.

Selain memberikan wawasan perkeretaapian, Mateta menuturkan para pegawai PT KAI pun memberikan materi tentang perilaku hidup bersih dan sehat, profesi kereta api hingga sejarah dan cinta kereta api.

"Yang mengajar juga menggunakan pakaian sesuai dengan fungsinya, ada yang masinis, operator, hingga petugas keamanan agar para siswa mengenal," paparnya.

Pihaknya juga menjelaskan program reaktivasi yang saat ini tengah dilakukan oleh PT KAI di Kabupaten Garut, yaitu jalur Cibatu-Garut dan Garut-Cikajang.

"Karena memang kan di Cikajang ini sudah ada jalurnya, ada stasiunnya juga sehingga kita memberikan wawasan kepada para siswa. Diharapkan pengabdian KAI untuk masyarakat Kabupaten Garut, termasuk di Kecamatan Cikajang ini berguna untuk masyarakat. Kami juga meminta kepada masyarakat sekitar untuk turut menyukseskan program reaktivasi jalur Cibatu-Garut-Cikajang," jelasnya.

Selain mengajar, PT KAI juga memberikan sumbangan berupa alat pendukung sekolah dan buku melalui program Donasi 1.000 Buku untuk Anak Indonesia kepada SDN Padasuka 02 dan 03 Cikajang.

Sinta (8), siswa kelas 3 SDN 2 Padasuka mengaku senang dengan hadirnya pengajar dari PT KAI. Selama ini, dia selalu ingin melihat masinis secara langsung yang selama ini hanya dilihatnya di televisi.

"Tadi kan ada bapak masinis yang ngajar dan bermain, jadinya sangat senang. Terus juga mengajarnya seru jadi tidak jenuh," katanya.

Sinta pun mengaku berharap agar program reaktivasi jalur kereta api Garut-Cikajang segera dilakukan "Biar saya bisa naik kereta kalau ke Garut. Biasanya pakai angkot atau elf," katanya. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. PT KAI
  2. Kereta Api Indonesia
  3. Garut
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini