Ketika Mantan Teroris Kembali Dalam Dekapan Merah Putih

Kamis, 18 Agustus 2022 05:03 Reporter : Mochammad Iqbal
Ketika Mantan Teroris Kembali Dalam Dekapan Merah Putih Mantan narapidana kasus terorisme upacara kemerdekaan RI. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Gilang Taufik (35), salah seorang mantan narapidana kasus terorisme (napiter) bersama puluhan teman-temannya mengikuti upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, Rabu (17/8). Baginya, upacara tersebut memiliki makna tersendiri karena sudah puluhan tahun tidak pernah dilakoni.

Dia bercerita bahwa terakhir kali mengikuti upacara bendera Merah Putih dan harus menghormati bendera Indonesia adalah pada saat duduk di bangku sekolah dasar (SD). Setelahnya, Gilang tidak pernah kembali mengikuti karena menganggap kegiatan tersebut syirik.

Pada upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia itu, Gilang menjadi bagian pasukan pengibar bendera.

"Ini upacara pertama setelah sekian tahun. Mungkin terakhir itu SD melakukan upacara," kata Gilang.

Anggapan kesyirikan melaksanakan upacara bendera, menurut Gilang, saat ini sudah menjadi cerita masa lalu yang tidak ingin ia lakukan lagi. Kini, setelah mendapat bimbingan khusus, upacara bendera dalam pandangannya adalah bagian penghormatan kepada Republik Indonesia.

2 dari 3 halaman

Pemahaman tersebut, disebutnya bukan hanya didapatkan olehnya seorang, namun oleh puluhan mantan napiter. Oleh karena itu, para mantan napiter pun berinisiatif untuk menggelar upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia.

Langkah upacara hari kemerdekaan itu, diakuinya sebagai wujud kecintaannya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gilang juga mengaku telah bertaubat atas kesalahan-kesalahan di masa lalu, dan bertekad untuk menebusnya menjadi pribadi yang lebih Indonesia.

"Kami ingin bergandengan dengan setiap unsur untuk menjaga negeri ini dari paham yang ingin merusak. Ini bentuk cinta kami kepada negeri ini," tegasnya.

Kegiatan upacara bendera oleh para mantan napiter itu dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Identifikasi dan Sosial, Detasemen KHusus 88 Antiteror, Brigadir Jenderal Polisi Arif Makhfudiharto.

Arif mengatakan bahwa upacara peringatan hari kemerdekaan itu memang dilaksanakan atas inisiatif para mantan napiter yang berjumlah 75 orang. Pihaknya mengakomodir keinginan itu karena menjadi bukti mereka telah kembali memeluk paham Pancasila.

Dia menyebut bahwa para mantan napiter itu sudah menyatakan cintanya masing-masing kepada NKRI. "Mereka juga punya keinginan berkontribusi untuk membangun wilayah masing-masing," sebut Arif.

Kegiatan yang dilaksanakan para mantan napiter, menurut Arif menjadi penting sebagai bagian untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila. "Upacara juga dapat menjadi upaya resosialisasi agar para eks napiter itu dapat berkumpul bersama berbagai masyarakat dari berbagai kalangan," jelasnya.

Awalnya seluruh mantan Napiter di Provinsi Jawa Barat akan ikut dalam kegiatan tersebut. Namun karena keterbatasan tempat, maka hanya 75 orang saja yang terlibat.

Dijadikannya Pondok Pesantren Hamalatul Quran sebagai tempat upacara pun bukan tanpa alasan, namun memiliki sejarah tersendiri. Pengelolanya, dulu diketahui merupakan bagian dari jaringan Jamaah Islamiyah.

3 dari 3 halaman

"Namun mereka juga punya kesadaran untuk kembali mencintai NKRI. Mangkanya kami gunakan tempat ini," ungkapnya.

Upacara yang diikuti oleh para mantan napiter pun menjadi proyek percontohan yang dilakukan oleh Densus 88 AT dan ke depannya akan lebih memasifkan. Harapannya, mereka para mantan napiter bisa kembali hidup di tengah masyarakat yang beragam dan berbeda pendampingan.

Walau begitu, diakui Arif, pihaknya akan terus melakukan pendampingan sehingga mereka tidak terstigma. Bila sudah terstigma, maka mereka para mantan napiter pun menurutnya akan berat menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

"Karena itu, kami menjadi penghubung mereka kembali ke masyarakat. Pendampingan akan dilakukan sampai mereka menjadi bagian dan berkontribusi kepada masyarakat," tutup Arif. [cob]

Baca juga:
Legislator Rayakan Kemerdekaan bersama Mantan Tokoh ISIS Jatim, Begini Kesannya
Ikrar Setia pada NKRI, Tiga Narapidana Kasus Terorisme di Semarang Dapat Remisi
Mantan Tokoh Jemaah Islamiyah Ajak Anak Muda Aceh Tangkal Terorisme
Cium Bendera Merah Putih, 19 Anggota Khilafatul Muslimin di Sleman Janji Setia NKRI

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini