KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Ketika lotere dan kasino pernah jadi sumber dana PON

Senin, 10 September 2012 00:17 Reporter : Moch. Andriansyah
Alet Bagi Pin PON XVIII Riau . ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pekan Olahraga Nasional XVIII Selasa (11/9) besok akan dibuka. Sayang, cerita ironis muncul dari gelaran PON Riau. Banyak infrastruktur tidak siap. Bahkan muncul peristiwa kanopi stadion tenis ambrol.

Berita soal PON Riau lebih banyak datang dari Komisi Pemberantasan Korupsi daripada cerita dari lapangan olahraga.

Soal PON yang serba sulit, sebenarnya pernah dialami PON VII pada 1969 di Surabaya, Jawa Timur. Itu adalah PON pertama di era Orde Baru. Saat itu Jawa Timur mendapat amanat tuan rumah setelah keberhasilan Operasi Trisula membersihkan sisa-sisa PKI di Blitar Selatan.

Tetapi apa daya. Perekonomian Jawa Timur saat itu sangat buruk. Fasilitas olahraga pun sangat minim. Bahkan tidak ada stadion untuk pembukaan. Dalam memoar Letjen M Jasin karangan Nurinwa Hendrowinoto diceritakan, kondisi itu membuat Gubernur M Noer, M Jasin yang menjabat Pangdam Brawijaya, Acub Zaenal yang menjabat Danrem dan Wali Kota Surabaya menggelar rapat.

Akhirnya Acub Zaenal menyampaikan kesediaannya mencari dana yang kurang. Dia mengusulkan lotere dan kasino untuk mencari dana. Cara ini pernah dilakukan Ali Sadikin untuk membangun Jakarta. Gubernur M Noer setuju dengan usul Acub.

Upaya ini banyak ditentang ulama Jawa Timur. M Jasin mengaku memberi pemahaman kepada para ulama. "Saya katakan pada mereka, kalau dapat mengumpulkan dana, saya akan tutup lotto dan kasino itu. Tentu saja mereka tak mampu mengumpulkan dana yang sangat besar itu sehingga lotere tetap jalan," kata M Jasin dalam memoarnya.

Dana dari lotere mampu melebarkan Jalan Raya Darmo sebagai jalan protokol. Stadion Tambaksari juga berhasil diwujudkan dalam 8 bulan. Akhirnya, PON pertama pada era Orde Baru berhasil dengan sukses. PON dibuka Presiden Soeharto ketika itu di Stadion Tambaksari. Acub Zaenal selaku ketua penyelenggara PON mendapat banyak acungan jempol atas sukses ini.

Tahun ini, cerita kekurangan dana PON kembali muncul. Namun demikian, justru diiringi kabar terungkapnya kasus korupsi dana PON yang ditangani KPK. Ironis! [tts]

Topik berita Terkait:
  1. PON 2012
  2. PON

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.