Kesalnya kubu Ahok hadapi sindiran terus menerus dari Fadli Zon

Jumat, 28 April 2017 10:00 Reporter : Tim Merdeka
Kesalnya kubu Ahok hadapi sindiran terus menerus dari Fadli Zon Fadli Zon. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Ribuan karangan bunga yang dikirim untuk Ahok dan Djarot di Balaikota DKI Jakarta bikin kembali bikin 'panas' kubu Ahok versus politikus Partai Gerindra Fadli Zon. Mereka tak terima sindiran Fadli yang menyebut mubazir bunga sebanyak itu untuk pencitraan.

Fadli menyebut lebih baik uangnya diberikan pada anak yatim piatu atau orang miskin saja daripada sebuah pencitraan.

"1.000 kalau misalkan dikali Rp 1 juta saja udah Rp 1 miliar. Taruhlah kalo 700, udah Rp 700 juta, lumayan loh. Dari pada dibuat-buat seperti itu demi sebuah pencitraan, seolah-olah masyarakat ada yang merasa kehilangan dan sebagainya. Sayang aja, tapi tentunya toko untung," kata Fadli Zon.

Kubu Ahok pun tak terima disindir Fadli Zon. Mereka menyebut wakil ketua DPR itu kekanak-kanakan.

Bendahara tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat, Charles Honoris menilai pernyataan Wakil Ketua DPR Fadli Zon soal karangan bunga dari warga Jakarta ke Ahok-Djarot sebagai pencitraan sangat tidak pantas diucapkan. Charles mengatakan membanjirnya karangan bunga adalah bentuk kepuasan atas kinerja Ahok-Djarot.

"Statement Fadli Zon bahwa kiriman bunga warga Jakarta untuk Ahok-Djarot sebagai pencitraan murahan sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pimpinan DPR," kata Charles di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/4).

Ucapan Fadli, kata dia, justru menunjukkan sikap kekanak-kanakan. Dia curiga Fadli memiliki agenda lain dengan terus memojokkan Ahok dan menggoreng sentimen SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) meski telah kalah di Pilgub Jakarta versi form C1 KPU.

"Belum lagi statement Fadli Zon bahwa masyarakat ingin Ahok dipenjara. Ini sudah merupakan bentuk upaya intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Masa keputusan pengadilan harus mengikuti tafsir semau-maunya Fadli yang mengatasnamakan masyarakat?" ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menanggapi santai tudingan Fadli Zon. Baginya, karangan bunga itu sebagai sesuatu yang berharga dari warga DKI untuk pemimpinnya.

"Dibilang pencitraan murahan, ya enggak apa-apa sih. Tapi bagi kami itu suatu hal yang mahal, hal yang mulia, dan satu hal yang berharga," ujar Djarot kepada wartawan di Gedung Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (27/4).

Dalam pandangannya, karangan bunga itu sebagai bentuk apresiasi yang tulus dari warga Jakarta untuk dia dan Ahok atas kinerjanya memimpin Jakarta selama ini.

"Ini apresiasi yang tulus dari warga Jakarta dan disampaikan dengan penuh cinta, penuh bunga-bunga, itu kan tanda cinta," ucap Djarot.

Saling sindir kubu Ahok Vs Fadli Zon ini bukan pertama kali terjadi. Dalam kasus RS Sumber Waras pun Fadli bikin geram Kubu Ahok.

Fadli Zon ingin memastikan polemik yang berkembang antara BPK dengan Ahok, terkait RS Sumber Waras terletak di jalan apa. Dalam kunjungan ke RS Sumber Waras, Fadli mengantongi temuan yang mengganjal soal transaksi pembelian lahan RS ini.

Pertama, dia menemukan adanya dua sertifikat yang berbeda yaitu sertifikat tanah Hak Milik (SHM) atas nama Perkumpulan Sin Ming Hui. Sementara, ada juga sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Yayasan Kesehatan Sumber Waras.

Politisi Demokrat Ruhut Sitompul menilai ada unsur balas dendam pada konflik yang terjadi antara Ahok dan Fadli Zon.

"Fadli Zon dan Gerindranya sudah dendam kesumat dengan Ahok. Tapi Ahok justru makin kinclong, karena siapa kira Ketua BPK masuk dalam Panama Papers (LHKPN) itu tangan Tuhan bekerja bukan tangan Ahok," ujarnya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/4).

Ruhut juga menilai Fadli Zon terlalu ikut campur mengurusi masalah Sumber Waras.

"Itu Fadli Zon apaan Wakil Ketua DPR ngurusin Sumber Waras. Wakil Ketua DPR bukan itu urusannya. Kalau Komisi III itu bukan mitra BPK. Kenapa tidak ke KPK?" tanya Ruhut. [ian]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini