Kesal tak diberi THR, Ormas ngamuk di kantor Dinas PUPR & pukul staf

Sabtu, 9 Juni 2018 19:23 Reporter : Aksara Bebey
Ormas ngamuk tak diberi THR oleh perusahaan. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Sekelompok pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan (KPP) di Kabupaten Bandung Barat merusak kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang KBB, PUPR Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hal itu dipicu karena keinginan mereka mendapat tunjangan hari raya (THR).

Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun, para oknum berlaku layaknya preman. Mereka yang mendatangi Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (8/6) sore itu pun melukai dua pegawai pemerintah daerah.

Dari pantauan pada Sabtu (9/6) sore, Petugas pengamanan dalam (pamdal) gedung tampak berjaga gedung yang sudah terkunci.

Pria yang enggan disebut namanya itu mengaku ada saat kejadian. Para pemuda yang datang ia sebut kebanyakan dalam keadaan mabuk. Mereka mengerumuni kantor pemerintah meski sudah dijaga oleh petugas Satpol PP.

"Sepertinya mereka dari lembaga swadaya masyarakat atau ormas. Awalnya mereka meminta uang. Karena enggak dikasih, mereka memaksa mau membawa bingkisan koperasi punya Pak Kadis, tapi dilarang oleh staf PUPR," katanya.

Dari sana keributan bermula. Bahkan, kerumunan massa menghantamkan pukulan kepada staf yang menghalau. Setelah itu, mereka merangsek ke kantor Bidang Tata Ruang dan merusak beberapa fasilitas.

"Ada seorang pegawai PUPR yang mukanya babak belur. Petugas Satpol juga ada yang berdarah di kepalanya. Setelah itu mereka kabur," ujarnya.

Namun ia tidak mau menceritakan lebih jauh terkait insiden perusakan dan penganiayaan. Yang ia sebut bahwa pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP.

Terpisah, Kepala Satpol PP Bandung Barat Rini Sartika membenarkan adanya keributan, perusakan dan pemukulan oleh oknum anggota kepemudaan.

"Polisi sudah melakukan olah TKP. Tadi saya temani sama (Kepala Dinas PUPR) pak Anugrah. Peristiwa ini juga sudah kami laporkan kepada (Pelaksana Tugas Bupati Bandung Barat) Pak Yayat (Soemitra)," jelasnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini