Kesal Istri Ogah Pulang, Pecatan TNI Bakar Rumah

Jumat, 24 April 2020 13:40 Reporter : Irwanto
Kesal Istri Ogah Pulang, Pecatan TNI Bakar Rumah Pecatan TNI Bakar Rumah. ©2020 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Kesal istrinya enggan diajak pulang, Dedek Rahmadi (35) nekat membakar rumahnya sendiri hingga hangus. Pecatan TNI itu pun ditangkap polisi atas laporan korban.

Peristiwa itu berawal saat pelaku ribut dengan istrinya di rumah mereka di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Durian Rampak, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Sabtu (29/2) pagi. Pelaku mengancam korban dengan menodongkan senjata api rakitan dan sempat menembakkan dua kali ke arah korban namun tidak meledak.

Khawatir nyawanya terancam, korban pulang ke rumah orangtuanya yang hanya berjarak beberapa meter dari rumahnya. Malam harinya, pelaku mengajak korban dan anak-anaknya pulang namun ditolak korban karena masih ketakutan.

Ibu korban meminta pelaku supaya membiarkan anaknya beberapa waktu tinggal di rumahnya. Pelaku marah, dia mengancam akan membakar rumahnya jika tidak menuruti ajakannya.

Korban ngotot tinggal di rumah orangtuanya, sementara pelaku pulang dengan mengajak anak-anaknya. Kesal istrinya tak kunjung pulang, pelaku mengacak-acak seisi rumah dan menggulung sprei dan membakarnya lalu melempar ke atas kasur.

Begitu api membesar, pelaku pergi membawa anak-anaknya dengan mengendarai mobil. Ternyata, pelaku kabur ke Jawa dan baru pulang ke rumah orangtuanya di Palembang bulan lalu.

Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp300 juta karena rumah permanen berukuran 12,5x20 meter persegi miliknya termasuk seisi rumah hangus terbakar akibat ulah suaminya sendiri. Dia pun melapor ke polisi dengan harapan pelaku dapat ditangkap.

Kapolsek Lubuklinggau Utara AKP Harrison Manik mengatakan, tersangka diringkus tanpa perlawanan dalam serangkaian pengintaian di rumah orangtuanya di Palembang, Kamis (23/4) pagi. Dari penggeledahan, ditemukan barang bukti sepucuk pistol rakitan berisi empat peluru.

"Benar, tersangka adalah pecatan anggota TNI yang mengancam menembak istri dan membakar rumahnya sendiri Februari kemarin. Kemarin dia ditangkap di Palembang," ungkap Manik, Jumat (24/4).

Dari pengakuan tersangka, perbuatan itu karena kesal istrinya menolak diajak pulang. Hanya saja, tersangka mengakui mengancam menembak korban sehingga membuat korban takut dan akhirnya pergi ke rumah orangtuanya.

"Tersangka melepaskan tembakan ke arah korban dua kali, tetapi semuanya gagal karena pistol tidak meledak," kata dia.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 187 ayat 1 dan ayat 2 KUHP tentang orang yang membuat ledakan, kebakaran, atau banjir dengan penjaga 15 tahun penjara. Dia juga terancam Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata api dengan hukuman 20 tahun penjara. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kebakaran
  3. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini