Kesadisan pelaku cabuli anak di Aceh terlihat dalam 61 adegan rekon

Kamis, 26 Mei 2016 17:54 Reporter : Afif
Kesadisan pelaku cabuli anak di Aceh terlihat dalam 61 adegan rekon Rekonstruksi pemerkosaan di Aceh. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Aceh menggelar rekontruksi kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh empat pria terhadap seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebut saja Bunga (15). Tersangka masing-masing berinisial HSP (19), IG (26), TQ (20) dan SH (23).

Pada rekontruksi kali ini, ada 61 adegan yang dipraktikkan oleh keempat tersangka. Dari proses penjemputan di rumah korban dengan alasan hendak minum kopi, dibawa ke salah satu bengkel hingga diajak jalan-jalan ke Geureute menggunakan mobil.

Dari hasil rekontruksi, keempat tersangka itu merupakan pelaku utama kasus pemerkosaan anak di bawah umur. Mereka melakukannya secara bergilir saat dalam perjalanan ke Geureute dalam mobil.

"Tentu untuk mengumpulkan barang bukti, makanya kita merekonstruksi ulang. Sebab dalam perkara ini tidak ada saksi yang melihat, hanya saksi mata korban dan pelaku," kata Kanit Perlindungan perempuan dan Anak (KPPA) Polda Aceh, AKP Elfiana, Kamis, (26/5) usai digelar rekontruksi.

Lanjutnya, dari hasil rekontruksi semakin meyakinkan dan menambah alat bukti bahwa keempat tersangka ini melakukan pemerkosaan terhadap Bunga. Dari rekontruksi ini juga terbongkar, korban tidak bisa melawan karena tersangka menutup mulut dan memegang kaki korban.

"Korban tak bisa minta tolong, karena kaki dipegang dan mulut ditutup," jelasnya.

Sebelumnya, seorang siswi SMP di Banda Aceh diperkosa oleh 4 pria, pada Senin (2/5) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban yang berusia 15 tahun itu diperkosa secara bergilir dalam mobil selama dalam perjalanan menuju gunung Geureute, Kecamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar.

Dari kasus tersebut polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil kijang dan satu sepeda motor. Mobil kijang tersebut digunakan keempat tersangka melakukan perbuatan bejatnya. Sedangkan sepeda motor untuk mengantar korban ke rumahnya setelah diperkosa.

Keempat tersangka dijerat dengan pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak. Ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Pencabulan
  2. Aceh
  3. Banda Aceh
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini