Kerusuhan napi & densus pancing 4 anggota JAD dari Bekasi serang Mako Brimob

Jumat, 11 Mei 2018 16:08 Reporter : Merdeka
Kerusuhan napi & densus pancing 4 anggota JAD dari Bekasi serang Mako Brimob Kadiv Humas Mabes Polri. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Empat terduga teroris anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dilumpuhkan anggota Densus, Kelapa Dua, Depok. Keempatnya hendak mendatangi Mako Brimob sebagai reaksi bentrokan yang terjadi antara narapidana teroris dengan anggota Densus.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar tanggal 10 Mei dini hari. Keempatnya berangkat dari Tambun, Bekasi.

"Kejadian Kamis 10 Mei 2018, sekitar 01.35 di Jalan Stasiun Mekarsari Tambun, Bekasi, polisi mendapat informasi intelijen, bahwa akan ada sekelompok orang yang akan menuju Mako Brimob untuk membantu rekan-rekan napi teroris yang melakukan perlawanan kepada petugas di rutan. Dari hasil informasi intelijen tersebut, polisi bergerak dan menangkap 4 orang," ucap Setyo di kantornya, Jumat (11/5).

Pihak Kepolisian langsung membawa 4 orang tersebut ke Jakarta, untuk dilakukan penyelidikan. Akan tetapi 2 tersangka berinial RA dan JG melakukan perlawanan. Bahkan mencoba mengambil senjata para anggota.

"Dalam perjalanan menuju ke Jakarta, tersangka atas nama inisial RA dan JG melakukan perlawanan kepada anggota yang membawa terduga teroris tersebut. Dan memberontak serta berusaha mencekik anggota, hingga borgol yang dipakaikan ke mereka terlepas. Serta keduanya berusaha merebut senjata api dari anggota yang mengawal," ungkap Setyo.

Alhasil, masih kata dia, para anggota mengambil tindakan. Dan menembakkan ke dua diduga teroris tersebut.

"Kemudian anggota melakukan tindakan tegas dan terukur, sesuai dengan prosedur yang mengakibatkan luka tempak kepada terduga terori atas nama RA dan JG tersebut. Keduanya, dibawa ke RS Bhayangkara, namun setelah lebih kurang 2 jam mendapatkan perawatan, RA dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan JG masih dalam perawatan," jelas Setyo.

Adapun lanjut dia, dari para tersangka, diamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, sebuah sangkur, sebuah belati, amunisi kaliber 9 mm, sebanyak 25 butir. Paku tembak 25 buah, ketapel 2 buah, kemudian busur besi sebanyak 3 buah. Peluru gotri 69 butir, 2 buah golok, dan peluru senapan angin sebanyak 48 butir.

"Dari hasil pemeriksaan sementara bahwa keempat terduga teroris tersebut merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah yang akan bergerak ke Jakarta, khususnya ke Mako Brimob, Kelapa Dua. Patut diduga, mereka akan ikuti aksi insiden kerusuhan di Rutan," jelasnya.

Sementara itu, dua tersangka lainnya AM dan HG, masih terus dilakukan penyelidikan. "Polisi mengamankan yang selamat untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Dan mengamankan barang bukti yang ada," tandasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini