Kepulangan Novel Baswedan momentum polisi ungkap kasus penyiraman

Kamis, 22 Februari 2018 07:05 Reporter : Eko Prasetya
Kepulangan Novel Baswedan momentum polisi ungkap kasus penyiraman Novel Baswedan disiram air keras. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan direncanakan pulang ke Tanah Air hari ini. Novel beberapa bulan terakhir berada di Singapura untuk pengobatan pemulihan mata usai disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Mantan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar mengatakan Novel pulang ke Tanah Air untuk istirahat sembari pemulihan mata. Rencananya, Novel akan menyambangi gedung KPK sekitar pukul 12.00 WIB.

"Fokus istirahat karena untuk pemulihan butuh kondisi fisik optimal," kata Haris kepada merdeka.com.

Haris menambahkan, kepulangan Novel merupakan momentum untuk polisi menuntaskan kasus penyiraman air keras itu. Meskipun, polisi harusnya mengusut tuntas kasus tersebut saat Novel masih di Singapura.

"Pulang enggak pulang polisi harusnya sudah mengungkap," katanya.

Apalagi, Presiden Joko Widodo sudah memberikan pernyataan tegas terus mendesak Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk segera menyelesaikan. "Saya akan terus kejar di Kapolri agar kasus ini menjadi jelas dan tuntas siapa pun pelakunya. Akan kita kejar terus Polri," ucap Jokowi.

Disinggung apakah perlu membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap pelaku penyiram air keras terhadap Novel, Jokowi enggan menjawab dengan tegas.

Dia hanya menekankan, apabila Polri sudah tidak mampu mengungkap kasus tersebut baru dirinya mengambil langkah lain. Jokowi pun berharap Novel bisa bekerja kembali sebagai penyidik di KPK.

"Kalau Polri sudah gini (gestur angkat tangan) baru kita akan step yang lain," kata Jokowi.

Sementara itu, Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal menyambut baik kedatangan Novel. Dia mengungkapkan, pihaknya justru sangat terbantu jika Novel pulang ke Indonesia lebih cepat. Sehingga, Iqbal menjelaskan, mempermudah pengungkapan kasus yang menimpa Novel agar cepat selesai.

"Tentunya kalau misalnya saudara Novel kembali ini akan mempermudah atau mendukung penyidik untuk segera melakukan upaya-upaya proses hukum itu," katanya.

Untuk menyelesaikan kasus yang menimpa Novel itu, Iqbal mengingatkan, Polri bersama KPK telah melakukan kerjasama. Bahkan, penyelidikan bersama mengenai siapa yang melakukan penyiraman air keras telah dilakukan.

"Saat ini memang kita Polda Metro Jaya yang menangani kasus ini sudah melangkah maju, progresnya sudah banyak, sudah puluhan saksi yang diperiksa. Terus juga gambar sketsa wajah dibuat, bahkan juga bersama tim KPK kita melakukan proses lidik bareng. Jadi KPK, Polda Metro Jaya melakukan upaya-upaya efforts," ujarnya.

"Yang harus diingat bahwa setiap kasus mempunyai karakteristik yang berbeda. Banyak kasus-kasus lama yang baru terungkap, ya kasus-kasus pembunuhan, kasus lain banyak," sambung Iqbal.

Selain itu, Iqbal mengatakan Polri masih terus bekerja sesuai berdasarkan hukum dan Standard Operasional Pekerjaan (SOP) yang ada di Korps Bhayangkara dan tak bisa berandai-andai.

"Ada pembuktian, ada upaya-upaya, lakukan gelar perkara, juga progres ini ke depan, tim terus bekerja. Bahkan teman-teman dari KPK melakukan upaya penyidikan bareng," kata Iqbal.

Dirinya pun ingin agar masyarakat yang mengetahui pelaku penyiraman air keras terhadap Novel bisa segera melaporkan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum (polisi).

"Kalau ada misalnya masyarakat yang mengetahui kita cukup senang. Tetapi ingat, bahwa semua kasus itu beda karakteristiknya," ujarnya.

Terkait soal sketsa wajah yang pernah dirilis langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian beberapa bulan lalu di Istana Negara, pihaknya belum ingin mengungkap hasil pencarian dari sketsa wajah tersebut.

"Ya enggak bisa kita buka dong di sini, ini kepentingan penyidikan, kalau kita buka bubar nanti," ucapnya.

Sampai saat ini pihaknya masih terus membuka hotline untuk masyarakat yang mengetahui pelaku penyiraman air keras terhadap Novel. Dan memang sudah ada ratusan orang membuat laporan ke Polda Metro Jaya akan hal tersebut.

"Sudah ada hotline, sudah ada berpuluh-puluh saksi. Bahkan teman-teman KPK juga sudah incharge, progresnya banyak. Tunggu saja, kita sedang bekerja," tandasnya.

Dia berharap agar masyarakat ikut bantu untuk mendoakan agar kasus yang saat ini ditangani Polda Metro Jaya bisa cepat terungkap.

"Maksud saya begini, Polda Metro Jaya sudah maju ke depan upaya sudah banyak dilakukan, jadi doakan saja bahwa tim gabungan kita segera menuntaskan," tandasnya. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini