Kepsek Tepis Kabar Anak Nunung Dirundung di Sekolah

Selasa, 23 Juli 2019 13:12 Reporter : Merdeka
Kepsek Tepis Kabar Anak Nunung Dirundung di Sekolah KPAI dan Pihak Sekolah Tepis Isu Perundungan anak Nunung. ©Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Kabar anak Tri Retno Prayudati alias Nunung, terkena perundungan atau bullying di sekolahnya, ditepis pihak KPAI dan sekolah.

"Anak-anak masih sekolah biasa. Masih ceria," kata Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati di kantornya, Jakarta, Selasa (22/7).

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah tempat anak Nunung bersekolah, Syamsudin, menepis kabar tersebut.

"Diberitakan hari Minggu terjadi bully hari Sabtu 20 Juli 2019 pagi. Padahal tidak ada kegiatan belajar mengajar di sekolah kami. Jadi kami menyayangkan sekali ada berita bully di sekolah kami," kata Syamsudin.

Dia menuturkan, dari hari Senin, anak Nunung masih bersekolah biasa saja. Tidak ada beban atau pun perundungan.

"Dari senin kemarin dan hari ini, putri N (Nunung) masih sekolah. Tidak ada beban, dia ceria. Kami ingin meluruskan berita yang lagi viral, yang sedikit mengganggu proses belajar kami," tegasnya.

KPAI Tetap Beri Pendampingan

KPAI tetap akan memberikan pendampingan kapada anak komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung kendati tak mendapat perundangan di sekolah. Pihak sekolah dan keluarga sebelumnya memastikan tak ada perundungan dialami anak Nunung di sekolah.

"Pendampingan dan pendalaman tergantung kondisi anak. Kalau enggak kenapa-kenapa ya enggak udah diapa-apain. Prinsipnya kita menjaga tumbuh kembang anak," kata Rita.

Alasan KPAI tetap memberikan pendampingan lantaran melihat kasus narkoba yang menjerat Nunung baru sehingga belum terlalu berdampak ke keluarga. Namun menurut Rita, butuh penilaian dari psikolog mengenai dampak dari kasus tersebut terhadap perkembangan anak Nunung.

"Mungkin sekarang belum terasa, karena masih baru. Kita akan assessment bersama psikolog. Kita menjaga kepentingan terbaik anak. Berapa lama tergantung kondisi anak," ujar Rita.

Dia menegaskan, KPAI berpedoman pada perlindungan khusus akibat stigmasi orang tua dari masyarakat. "Tidak ada dosa turunan itu masyarakat harus paham. Bahwa anak ada kita wajib membesarkan hati anak ini untuk masa depan yang lebih baik. Pihak sekolah, keluarga punya komitmen yang sama untuk menjaga anak ini," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini