Keponakan Setnov diperiksa KPK buat tersangka Made Oka Masagung

Senin, 12 Maret 2018 18:59 Reporter : Ahda Bayhaqi
Keponakan Setnov diperiksa KPK buat tersangka Made Oka Masagung Keponakan Setnov diperiksa KPK. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Senin (12/3). Irvanto diperiksa sebagai saksi untuk kasus korupsi pengadaan KTP elektronik.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo diperiksa untuk tersangka Made Oka Masagung.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MOM tindak pidana Pengadaan Paket Penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional (KTP Elektronik)," ujar Febri ketika dikonfirmasi.

Eks Direktur PT Murakabi Sejahtera itu diperiksa selama kurang lebih 5 jam. Dia keluar gedung KPK sekira pukul 18.30 WIB tanpa mengeluarkan sepatah kata pun meski terus didesak wartawan sampai mobil yang mengantarkannya ke tahanan.

Diketahui, Irvanto diduga turut serta memperkaya diri sendiri atau orang lain dari proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun. Dalam prosesnya, Irvanto ikut serta lelang proyek e-KTP dengan membentuk konsorsium Murakabi. Dalam fakta persidangan disebutkan, konsorsium tersebut hanya sebagai pendamping dan telah diatur sedemikian rupa pemenang tender tersebut adalah konsorsium PNRI.

Meski tidak memenangi tender tersebut, Irvanto tetap mengetahui alur proses e-KTP. Hal ini ditandai dengan penerimaan uang USD 3,5 juta dari Johannes Marliem, Direktur PT Biomorf Lone selaku vendor penyedia AFIS merek L-1. Uang tersebut disalurkan Johannes dari Mauritius melalui beberapa rekening money changer sebagai bentuk kamuflase.

Atas perbuatannya, dia disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 huruf a atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini