Keperpusda Pemkot Bandung bantah terbitkan sekte seks bebas

Reporter : Andrian Salam Wiyono | Rabu, 29 Mei 2013 15:24
Keperpusda Pemkot Bandung bantah terbitkan sekte seks bebas
sekte seks bebas di Bandung. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung dibuat heboh dengan adanya surat sekte ritual seks bebas untuk PNS yang ditandatangani Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Keperpusda) Kota Bandung Muhammad Anwar. Namun Anwar membantah telah menandatangani dokumen itu. Dia menyebut itu ulah pelaku tidak bertanggung jawab.

Cara Irit Pererat Pertemanan dengan Jalan-Jalan"Saya sudah tahu tentang dokumen, surat itu jelas fitnah dan tidak benar," kata Anwar saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (29/5).

Anwar merasa dirugikan dengan beredarnya surat itu. Atas kejadian ini, dia segera melapor ke Polrestabes Bandung. "Saya tidak pernah tandatangan, itu jelas palsu, bisa saja itu di-scan. Sekarang sedang ditangani Polrestabes," ujarnya.

Dia meminta polisi segera mencari pelaku dan penyebar dokumen palsu tersebut. Karena itu fitnah. "Itu yang menyebar sama dengan fitnah, polisi supaya menangkap pelaku," ungkapnya.

Dalam dokumen yang diterima wartawan, sekte seks bebas itu tercatat dalam bentuk Surat Perintah No 041/019-C-Kapusarda. Surat itu dibuat 31 Januari 2013.

Surat perintah tersebut ditandatangani oleh Kaperpusda di atas materai Rp 6.000 lengkap dengan stampel Pemkot Bandung dan ditandatangani atas nama Muhammad Anwar, M, Si.

Dalam surat itu, Anwar memerintahkan beberapa karyawan di lingkungan Kantor Perpustakaan Daerah Kota Bandung mengikuti ritual seks bebas sesuai jadwal dan lokasi yang ditentukan, kalender ritual tahun 2013.

Ada tiga poin penjelasan mengenai ritual itu:

1. Ritual ini atas izin gembala sidang Gereja XX dalam misa hitam yang diadakan pada acara-acara tertentu.

2. Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Keperpusda No DPA : 1.24. 01.01.03.52 tanggal 1 Januari 2013.

3. Surat ini untuk kepentingan dinas dan sangat rahasia.

[lia]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE