Kepala BNPB Sebut Karhutla Sulit Diatasi, Ini Penyebabnya

Senin, 23 September 2019 16:12 Reporter : Merdeka
Kepala BNPB Sebut Karhutla Sulit Diatasi, Ini Penyebabnya Jokowi Lantik Letnan Jenderal Doni Jadi Kepala BNPB. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah sulit diatasi. Penyebabnya karena lahan terbakar berjenis gambut.

Doni menjelaskan, pemerintah telah mengupayakan berbagai cara untuk memadamkan titik api yang muncul di enam provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan, Kalimantan Selatan.

Pemerintah memadamkan dengan menggunakan bom air dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Namun api berkobar di sejumlah daerah tidak serta merta padam.

"Kenapa, karena yang terbakar sebagian besar adalah lahan gambut," kata Doni di Gedung Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur Senin, (23/9).

Doni membeberkan sebanyak 328 ribu hektar lahan yang terbakar sekitar 89 persen adalah lahan gambut. Dijelaskan, yang terbesar ialah wilayah Riau sekitar 40.500 hektar kemudian Kalimantan Tengah 24 ribu hektar. Dilanjut Kalimantan Barat, Jambi, Sumsel dan Kalsel.

"Data yang diterima BPBD dari KLHK melalui satelit terhitung dari 31 Agustus yang lalu gambut kebakar mendekati angka 90 ribu hektar," ujar dia.

Hingga 1 September 2019 sampai sekarang masih terdapat sejumlah wilayah yang terbakar. Doni pun mengutip pernyataan Kepala Badan Restorasi Gambut, Nazir Fuad.

"Gambut ini adalah fosil batu bara muda yang sebagian besar fosil ini terdiri dari kayu-kayu yang sudah berusia ribuan tahun, beliau juga mengatakan bahwa pada masa perang dunia kedua Hitler pernah menggunakan bahan bakar untuk industri militer Jerman berasal dari gambut," papar dia.

Doni menerangkan, pihaknya menarik kesimpulan bahwa gambut adalah bahan bakar yang mudah terbakar. Kondisi itupun semakin parah apabila lahan gambut mengalami kekeringan.

"Pembakaran di lahan gambut tingkat risiko lebih besar dibanding di lahan mineral," tandasnya.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [did]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini