Kepala BNN sebut Bupati Ovi jadi pemadat sejak remaja

Senin, 28 Maret 2016 18:24 Reporter : Dede Rosyadi
Kepala BNN sebut Bupati Ovi jadi pemadat sejak remaja Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kepala badan Narkotika Nasional Budi Waseso mengungkapkan Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan Ahmad Wazir Nofiadi diperkirakan sudah menjadi pemakai narkoba sejak usia remaja.

"Dari hasil tes darah dan rambutnya diketahui bahwa bupati ini sudah lama jadi pemakai, yang pasti sebelum jadi bupati karena sudah terbentuk di sel rambut. Kuat dugaan malah dari remaja," kata Budi Waseso di Palembang, Senin (28/3).

Lantaran sudah menjadi pemakai akut, Buwas menceritakan bahwa Ovi, panggilan akrab Ahmad Wazir Nofiadi sempat sakau saat di tahanan BNN di Jakarta.

Putra mantan Bupati OI Mawardi Yahya ini sudah bertingkah tidak waras karena asupan sabu yang biasa diperoleh dari bandar sudah tidak bisa diterima lagi.

"Saya lihat Ovi mondar-mandir, setiap orang disalami. Tingkat kecemasannya tinggi. Saya pikir, ini orang sudah sakau, jika tidak direhabilitasi bisa mati," beber Waseso.

Karena itu, BNN kemudian menitipkan Ovi ke Balai Beda Rehabilitasi Narkoba di Lido, Jawa Barat dengan masa sekitar enam bulan.

Dalam proses rehabilitasi itu, bupati yang sudah ditetapkan menjadi tersangka ini mengalami proses detokfikasi dan pembinaan mental.

"Zat terlarang sudah terlalu banyak didalam tubuhnya jadi perlu dibersihkan dengan cara didetok. Namun perlu dicatat, meski direhab, proses hukum tetap berjalan dan saat ini polisi sedang mengembangkan kasus," papar Waseso kepada Antara.

Sebelumnya, BNN menetapkan Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi alias Ovi sebagai tersangka setelah hasil tes urine menyatakan bahwa kepala daerah yang baru dilantik pada 17 Februari 2016 itu positif mengandung methamphetamine.

Ovi ditangkap di kediaman orang tuanya Mawardi Yahya yakni mantan Bupati OI di Jalan Musyawarah, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang, bersama beberapa rekannya yang juga masuk jaringan pengedar, setelah BNN mengembangkan kasus tertangkapnya kurir asal Jakarta dan Ogan Ilir. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini