Kepala BMKG: Dalam 30 Hari Terakhir Aktivitas Kegempaan di Banten Meningkat

Jumat, 14 Januari 2022 19:39 Reporter : Supriatin
Kepala BMKG: Dalam 30 Hari Terakhir Aktivitas Kegempaan di Banten Meningkat Kondisi rumah yang rusak usai gempa di Pandeglang. ©2022 Istimewa

Merdeka.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengungkapkan dalam 30 hari terakhir aktivitas kegempaan di Jawa Barat dan Banten meningkat. Namun kekuatannya gempanya di bawah 5 Skala Richter (SR).

"Di Jawa Barat terutama di Banten dalam 30 hari terakhir ini memang kami mencatat terjadi peningkatan aktivitas kegempaan," katanya dalam konferensi pers, Jumat (14/1).

Dwikorita meminta pemerintah daerah dan masyarakat di Banten meningkatkan kewaspadaan. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi gempa.

"Perabotan yang kira-kira labil, muda roboh, dan berat agar jangan ditempatkan pada posisi di mana kita sedang tidur atau bekerja," pesannya.

Selain itu, masyarakat perlu menyediakan tempat berlindung seperti meja kokoh. Apabila terjadi gempa, masyarakat bisa segera berlindung di bawah tempat tersebut.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk berlatih mengevakuasi mandiri. Terutama bagi pekerja yang berada di gedung bertingkat.

2 dari 2 halaman

Gempa bumi dengan magnitudo 6,6 mengguncang wilayah Selatan Banten. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,21° LS ; 105,05° BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Barat Daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada kedalaman 40 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Samudra Indo-Australia menunjang ke bawah lempeng Benua Eurasia atau tepatnya ke bawah Pulau Jawa yang menerus hingga ke Nusa Tenggara," kata Dwikorita.

Dia menuturkan, berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) atau akibat patahan naik. Guncangan gempa bumi ini dirasakan di Kabupaten Pandeglang khususnya Cikeusik dan Panimbang, dengan intensitas guncangan VI skala MMI.

Artinya, getaran dirasakan oleh semua penduduk dan mengakibatkan kerusakan ringan. Guncangan juga dirasakan di Labuan dan Sumur, dengan intensitas guncangan IV MMI. Intensitas ini menunjukkan, guncangan dirasakan banyak orang dan terdengar jendela, pintu berdering, dinding berbunyi.

Selain itu, guncangan dirasakan juga di Tangerang Selatan, Lembang, Kota bogor, Pelabuhan Ratu, Kalianda, Bandar Lampung, dengan intensitas guncangan III sampai IV MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh banyak orang.

"Juga dirasakan di Anyer III MMI intensitas guncangannya, yang artinya dirasakan dalam rumah terasa getaran seakan-akan truk berlalu," jelasnya.

Getaran akibat gempa dirasakan juga di Jakarta, Kota Tangerang, Ciracas, Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kotabumi, dengan intensitas guncangan II hingga III MMI. Gempa terasa seakan-akan truk berlalu.

Berdasarkan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Dia mengimbau masyarakat di lokasi terdampak gempat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. [lia]

Baca juga:
Gempa Banten Terasa Hingga Jakarta, Penghuni Apartemen Sebut Tembok Seperti Goyang
Gempa M 6,7 di Banten, Pegawai KPK Panik Berlomba Turuni Tangga
BMKG Sebut Terjadi 5 Kali Gempa Susulan di Banten
Kondisi Rumah Warga yang Rusak Akibat Gempa di Pandeglang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini