Kepada Komisi I, Prabowo Ngaku Cuma Kebetulan Ada Kader Gerindra di PT TMI

Rabu, 2 Juni 2021 19:44 Reporter : Ahda Bayhaqi
Kepada Komisi I, Prabowo Ngaku Cuma Kebetulan Ada Kader Gerindra di PT TMI Menhan Prabowo rapat dengan Komisi I DPR. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjelaskan, cuma kebetulan koleganya di Gerindra menjabat komisaris di PT Teknologi Militer Indonesia. Perusahaan yang menjadi konsultan Kemhan dalam pengadaan alutsista seperti tercantum dalam rancangan Perpres Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024 (Alpalhankam) yang nilainya sekitar Rp1.760 triliun.

Prabowo mengatakan, para kader Gerindra ini menjabat sebagai petinggi PT TMI karena latar belakang pensiunan militer dan pakar. Isi rapat ini diceritakan anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon. Dia mengungkap, Komisi I mengonfirmasi kepentingan Gerindra di PT TMI.

"Kita konfirmasi juga, ini apakah ini hanya ada kepentingan partai tertentu ada kolega kedekatan, beliau bilang enggak, ini kebetulan saja mereka pensiunan para pakar. Jadi enggak ada kaitan," ujar Effendi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6).

Seperti dikutip dari Koran Tempo, empat kader Gerindra tercatat sebagai petinggi PT TMI. Di antaranya, Glenny Kairupan, Yudi Magio Yusuf, Prasetyo Hadi, dan Angga Raka Prabowo. Glenny sebagai ketua komisaris, tiga lainnya sebagai anggota komisaris.

PT TMI, dijelaskan Prabowo merupakan konsultan semata. Bekerja bersama Komite Kebijakan Industri Pertahanan Indonesia (KKIP) untuk memberikan pendapat kedua.

Effendi mengatakan, PT TMI digunakan Prabowo karena dianggap memahami seluk beluk alusista. "Dia bilang bahwa dia mencari para ahli yang ngerti seluk beluk mengenai alat peralatan hankam itulah nah mereka dikumpulkan di situ," kata Effendi.

Prabowo menjamin, PT TMI tidak akan berfungsi sebagai broker dalam pengadaan alutsista. "Tetapi ditanya juga oleh kita pak ini juga dia berfungsi juga seperti broker, oh engga dia hanya sebagai tim asistensi saja untuk saya minta, transfer teknologi," kata Effendi. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini