Kendaraan Besar Dilarang Melintas Mulai 30 Mei Sampai 2 Juni

Rabu, 29 Mei 2019 11:45 Reporter : Mochammad Iqbal
Kendaraan Besar Dilarang Melintas Mulai 30 Mei Sampai 2 Juni Wali Kota Hendrar Prihadi Sidak Kawasan Kaligawe. ©2017 Merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melakukan pemantauan jalur selatan pada Rabu (29/5). Dia menyebut bahwa mobil ukuran besar dilarang beraktivitas mulai besok karena akan mengganggu arus lalu lintas.

Untuk kendaraan besar yang dibolehkan sendiri hanya mobil yang membawa sembako kebutuhan masyarakat. Budi Karya menyebut bahwa pelarangan kendaraan besar berlaku selama empat hari.

"Kita melakukan pelarangan mulai tanggal 30, 31 (Mei), 1, sama 2 (Juni). Sembako tetap kita izinkan," katanya.

Sementara saat ditanya terkait tol Cigatas (Cileunyi, Garut, Tasik) yang bisa mengurangi beban jalur selatan saat mudik, ia menyebut bahwa tahun ini akan dilakukan lelang.

Menurutnya, penggunaan antara jalan tol dengan jalur biasa akan tetap menjadi perimbangan selama musim mudik.

"Euforia itu pasti akan melalui jalan tol yang sudah ada. Tetapi selatan ini tetap menjadi favorit dan alternatif. Jadi orang itu jangan menggunakan jalan tol saja. Oleh karenanya Bu Menko (PMK) bersama kita melihat ini supaya kita pastikan jalur selatan ini berjalan dengan baik," jelasnya.

Untuk mudik tahun 2019, menurut Budi Karya, diperkirakan puncaknya akan terjadi pada tanggal 31 Mei 2019. Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudy Sufahriadi menyebut pihaknya sudah menyiapkan segalanya dalam menyambut pemudik.

"Puncaknya diperkirakan tanggal 31 karena tanggal 30 karyawan baru libur. Kita siapkan CB one way secara situasional di sini. Tapi yang jelas posko sudah siap semuanya," katanya.

Alat Berat Siaga di Jalur Selatan

Sementara itu, Menko PMK, Puan Maharani menyebut bahwa sejumlah alat berat disiagakan di jalur selatan mudik. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi ancaman bencana di jalur selatan yang selama ini rawan terjadi bencana alam.

Puan menyebut bahwa selama ini proses mitigasi bencana dilakukan setiap saat. Khusus selama musim mudik ini, menurutnya berbagai kesiapan untuk menghadapi bencana pun sudah dilakukan.

"Untuk antisipasi bencana, mitigasinya kita lakukan setiap saat. Jadi semua insyaallah, berdoa semua tidak ada bencana, semua menjalani ramadan dan idul fitri dengan aman dan nyaman, insyaallah," ujarnya, Rabu (29/5).

Ia memastikan bahwa di jalur selatan sendiri sudah disiagakan sejumlah alat berat untuk mengantisipasi bencana tersebut. "Alat berat semuanya stand by. Bahkan Basarnas juga sudah siap," katanya.

Puan Maharani bersama Menhub, Menteri PUPR, dan Menkes melakukan pemantauan jalur selatan. Setidaknya mereka mengecek dua lokasi, yaitu Cikaledong Nagreg Kabupaten Bandung, dan Limbangan, Kabupaten Garut. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini