Fenomena Kelainan Seksual 6

Kenali tanda-tanda kelainan seks pada pasangan anda

Minggu, 23 Agustus 2015 10:05 Reporter : Mohammad Yudha Prasetya
Kenali tanda-tanda kelainan seks pada pasangan anda Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kelainan seks yang diidap seseorang, biasanya juga harus dilihat dari latar belakang masa lalunya. Karena, pengalaman masa kecil dari kehidupannya, cukup berpengaruh pada bagaimana perilaku seseorang tersebut ketika dewasa, terutama dalam aspek kecenderungan seksualnya.

"Penyebab kenapa seseorang mengalami penyakit seks, pertama bisa dilihat dari masa lalunya. Saat dia masih kecil dan alat genitalnya masih sensitif serta rentan, apakah pada saat itu ada perlakuan terhadapnya yang kurang menyenangkan, atau bahkan mengancam dan menjadikannya korban kekerasan seksual?" ujar Ahli Psikologi Kriminal dan Forensik dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Lia Sutisna Latif, saat dihubungi merdeka.com pada Jumat (21/8)..

"Apalagi ketika pengalaman buruk itu tidak sempat terobati, bisa saja ketika dia beranjak dewasa malah dia yang menjadi pelakunya," katanya menambahkan.

Lia menjelaskan, tanda-tanda atau ciri dari seseorang yang mengidap perilaku seks yang menyimpang, biasanya tidak bisa terlihat begitu saja dari tampilan luarnya. Sebab, dirinya akan berusaha untuk bersikap dan berprilaku normal jika berada di hadapan lingkungannya.

Lia juga menyebut, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor pendukung, seperti misalnya media, dimana saat orang yang memiliki penyimpangan seksual ini tidak dilarang dan terkesan dibiarkan begitu saja untuk mengonsumsi sejumlah materi seksual yang ditemui di masa kecilnya tersebut.

"Biasanya tidak ada tanda fisik yang menunjukkan seseorang yang menderita gangguan seksual. Kalau tanda kronis, sebenarnya itu juga bukan hal yang sangat kentara dari orang tersebut. Secara psikologis, orang itu tentu akan melakukan perbuatan seks menyimpangnya secara diam-diam, hingga biasanya hal itu tidak akan kelihatan," ujar Lia.

"Jika dilihat dari ketersediaan media sebagai faktor pendukung, seperti misalnya sang ayah yang punya film porno, dan si anak dibiarkan saja melihatnya. Hal itu juga bisa disebabkan karena kurangnya pengarahan seks usia dini kepada anak. Karena sebaiknya, pendidikan seksual itu harus sejak dini diajarkan, saat anak baru mulai bisa bicara atau sejak mereka TK. Hal itu dapat dimulai misalnya dari menjaga kebersihan alat kelaminnya sendiri, dan lain sebagainya," pungkasnya. [efd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini