Kemkominfo blokir konten negatif terkait terorisme tiap 2 jam sekali

Rabu, 16 Mei 2018 12:39 Reporter : Merdeka
Forum Merdeka Barat bahas pencegahan terorisme. ©2018 Liputan6.com/Yunizafira

Merdeka.com - Tenaga ahli Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Donny Budi Utoyo mengatakan pihaknya meningkatkan kinerja mesin pencari konten negatif, khususnya yang berhubungan dengan terorisme setiap 2 jam sekali.

Menurut dia, biasanya mesin melakukan pemblokiran dalam waktu 1 sampai 2 hari.

"Sudah dilakukan terus menerus tapi karena kondisi saat ini jadi diintensifkan per 2 jam, tiap ketemu blokir oleh mesin AIS," ujar Donny, dalam Forum Merdeka Barat 9 'Cegah dan Perangi Aksi Teroris', di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Rabu (16/5).

Selain itu, lanjut Donny, pihaknya juga memerangi terorisme dengan cara lainnya. Di antaranya yakni mendorong edukasi publik dan meminta masyarakat untuk membantu melaporkan.

"Kita juga dorong edukasi publik dan bekerja sama dengan komunitas-komunitas serta literasi digital," katanya.

Adapun temuan dan pemblokiran konten per tanggal 16 Mei 2018, sebagai berikut:

Situs/forum/file sharing: 22 konten

Facebook dan Instagram: 562 konten

Youtube dan Google drive: 301 konten

Telegram: 287 konten

Twitter: 133 konten

Sulit bekerja sendiri

Donny Budi Utoyo mengungkapkan, sulit jika hanya institusi tertentu atau pun jika bekerja sendiri-sendiri untuk melawan dan mencegah konten radikalisme di internet.

Dia mengatakan, pengguna internet di Indonesia sendiri lebih dari 50 persen penduduk atau setara dengan sekitar 143 juta orang.

"Akan menjadi sulit kalau segelintir orang kayak Kominfo saja, dewan pers aja, dan lainnya. Sulit kalau kerja sendiri-sendiri," ujar Donny.

Menurut Donny, kerja sama antar semua pihak menjadi penting. Perkembangan isu terorisme di tengah internet pun tidak ada habisnya. Karenanya, untuk mengatasinya tidak bisa hanya di hilirnya saja namun harus di hulunya.

"Seperti kalau mengatasi banjir, tidak hanya bisa bicara soal evakuasi misalnya. Ini seperti vaksinasi," kata dia.

Donny menuturkan, Kominfo yang memiliki alat dan kompetensi dalam hal ini, dibantu juga dari pelaporan lembaga-lembaga lainnya untuk terus mencegah dan memerangi persoalan terorisme. Di antaranya seperti Polri, TNI, Kemenko Polhukam, dan BNPT.

Langkah-langkah Kemenkominfo sendiri untuk mencegah dan melawan terorisme adalah dengan bekerja sama antar lembaga pemerintah dan platform media dan komunitas. Juga dengan melakukan patroli siber serta melakukan penyelesaian aduan konten dari lembaga dan masyarakat.

"Melakukan counter hoaks dan melakukan literasi digital serta memberikan imbauan juga informasi kepada masyarakat," katanya.

Donny pun meminta kepada komunitas-komunitas dan kepada masyarakat pada umumnya untuk semakin aktif melawan persoalan teroris ini di media sosial. Salah satunya dengan melawan hoaks.

Reporter: Yunizafira Putri
Sumber: Liputan6.com [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini