Kemiskinan Bertambah, Penerima PKH di Tangerang Jadi 107.058 KK

Jumat, 8 Januari 2021 21:31 Reporter : Kirom
Kemiskinan Bertambah, Penerima PKH di Tangerang Jadi 107.058 KK Pengemasan Paket Bantuan Sosial. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Angka kemiskinan di Kabupaten Tangerang, meningkat akibat Pandemi Covid-19. Hal itu, terlihat dari bertambahnya jumlah warga Tangerang penerima Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2021 ini.

Koordinator PKH Kabupaten Tangerang, Dede A. Damyati mengatakan, pada tahun 2021 ini penerima PKH di wilayahnya diproyeksikan sebanyak 107.058 kepala keluarga (KK). Jumlah itu meningkat sekitar 15,9 persen dibanding tahun 2019 yang mencapai 90 ribuan KK.

Dia menjelaskan, sesungguhnya jumlah penduduk miskin di Kabupaten Tangerang sebanyak 193.970 KK. Namun, yang akan menerima bantuan PKH baru sekitar 107.058 KK. Lantaran, puluhan keluarga miskin lainnya, belum memenuhi komponen yang dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri Sosial nomor 1 tahun 2018.

"Jika tidak memenuhi komponen yang disyaratkan sesuai peraturan Menteri Sosial, tentunya keluarga miskin belum dapat dijadikan KPM," kata Adam dikonfirmasi, Jumat (8/1).

Dia menerangkan, sejumlah komponen yang menjadi pra syarat KPM menerima bantuan PKH antara lain yaitu, ibu hamil/nifas, dengan jumlah bantuan sebesar Rp 3.000.000. Anak usia dini 0 sampai usia 6 tahun dengan bantuan Rp 3.000.000, pendidikan anak SD/Sederajat dengan bantuan senilai Rp 900.000, pendidikan anak SMP/Sederajat dengan bantuan senilai Rp 1.500.000, dan pendidikan anak SMA/Sederajat dengan bantuan senilai Rp 2.000.000.

Kemudian, ada kategori penyandang disabilitas berat dengan bantuan senilai Rp 2.400.000 dan kategori lanjut usia dengan bantuan senilai Rp 2.400.000.

"Selain komponen-komponen tadi, para KPM penerima PKH juga dapat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) senilai Rp 200 ribu. Seluruh bantuan itu disalurkan melalui rekening masing-masing KPM yang dapat dicairkan di agen BRIlink terdekat," ucap dia.

Adam mengungkapkan, seharusnya dari jumlah KPM yang menerima bantuan ada pengurangan setiap tahun minimal 10 persen.

"Selain ada pengurangan komponen yang disyaratkan, diharapkan para keluarga sejahtera ini dapat menaikkan taraf hidup masing-masing," jelas dia.

Namun menurut Adam, dengan kondisi negara bahkan dunia yang dilanda wabah Corona Virus Disease (Covid19) ini, bukan terjadi penurunan jumlah KPM, malah terjadi kenaikan.

"Targetnya sih terjadi penurunan setiap tahun, tapi tahun ini malah terjadi kenaikan," tutupnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini