Kementan: Sertifikasi hak PVT gratis

Jumat, 16 Mei 2014 15:40 Reporter : Dede Rosyadi
Kementan: Sertifikasi hak PVT gratis Sekjen Kementan Hari Priyono. ©2014 merdeka.com/dede rosyadi

Merdeka.com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) sudah memfasilitasi Stasiun Pengujian uji BUSS (baru, unik, seragam, stabil) dalam perlindungan varietas tanaman (PVT). Masyarakat pun tak perlu khawatir untuk mengurus hak PVT tersebut karena gratis.

"Tadi asosiasi benih bilang jangan mahal-mahal untuk proses sertifikat PVT. Ya sekarang kita sudah punya tempat PVT sendiri, sudah kita fasilitaskan di sini. Pemerintah sudah membangun tempat PVT, jadi mereka bisa memanfaatkannya, tanpa harus bayar," kata Sekjen Kementerian Pertanian, Hari Priyono.

Hal itu ia sampaikan dalam acara peresmian Stasiun Pengujian uji BUSS (baru, unik, seragam, stabil) perlindungan varietas tanaman di Jl Manoko, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (14/5).

Menurut Hari, memang jika kerjasama dengan perguruan tinggi, lembaga-lembaga riset swasta, semua yang berhubungan dengan sertifikasi PVT akan mengeluarkan biaya. Namun karena di sini para peneliti didatangkan dari Pemerintah, maka semua biaya sudah dibayar pemerintah.

"Sudah dibayar oleh pemerintah, bagi pemohon bisa menggunakan saja tempat ini. Tapi produksinya tidak dibayar pemerintah. Produksinya mereka bayar sendiri, karena anggaran Pemerintah terbatas," ujarnya.

Pusat perlindungan varietas tanaman adalah sebuah institusi yang diperlukan dalam rangka melindungi varietas yang dimiliki Indonesia. Perlindungan ini dikembangkan oleh para pemulia, para swasta dalam rangka mendukung pengembangan pertanian.

Mengingat posisi yang sangat strategis maka dalam pelaksanaan pelayanan tidak hanya menerima permohonan pelayanan daripada pelayanan-pelayanan di bidang administrasi. Sebagai institusi yang melakukan pendaftaran dan pengujian, maka kredibilitas institusi ini sebetulnya adalah kredibilitas keteknikan. [cza]

Topik berita Terkait:
  1. Advertorial
  2. Kementerian Pertanian

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini