Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kemensos Pilih Mesuji Jadi Tuan Rumah Perhelatan Perdamaian Nasional

Kemensos Pilih Mesuji Jadi Tuan Rumah Perhelatan Perdamaian Nasional Kemensos di Mesuji. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Kementerian Sosial memilih Kabupaten Mesuji sebagai tuan rumah perhelatan perdamaian nasional serta prasasti Pelopor Perdamaian dan Keserasian Sosial, dengan pertimbangan matang. Kabupaten Mesuji dianggap telah berhasil mengupayakan keserasian sosial dan perdamaian setelah bertahun-tahun hidup dengan konflik sosial.

"Pengukuhan Pelopor Perdamaian mewakili tekad Kementerian Sosial RI untuk bersama relawan Pordam mencegah dan meredam potensi konflik sosial. Perjalanan menuju keserasian sosial masih panjang, apalagi pada musim pandemi ini," kata Menteri Sosial Juliari P. Batubara dalam keterangan yang diterima di Mesuji, Lampung. Dikutip dari Antara, Rabu (2/12).

Dalam acara tersebut, Mensos diwakili oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin.

Kemensos mengajak segenap lapisan masyarakat untuk senantiasa memberikan sumbangsih dalam memelihara kehidupan damai, dan bersama Kemensos hadir mewujudkan keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Segenap warga negara Indonesia mempunyai cita-cita untuk hidup damai dan sejahtera. Namun, Kebhinekaan yang sejatinya adalah berkah bagi bangsa Indonesia dibarengi pula dengan potensi konflik; dan ini diperburuk oleh imbas negatif dari Covid-19. Karena itu Kementerian Sosial RI bersama dengan korps relawan mewakili semangat, tekad, dan kerja keras dalam menjaga keserasian sosial dalam memelihara persatuan dan kesatuan," ucapnya.

Indonesia memiliki hampir 1.500 suku bangsa yang tersebar di 17.000 pulau. Ini adalah kekayaan yang harus dijaga bersama dengan toleransi, saling menghargai dan menghormati agar kita dapat hidup damai berdampingan.

Cita-cita perdamaian ini bukan tanpa tantangan. Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tingkat Nasional mencatat pada Tahun 2018–2019 saja, terjadi 71 peristiwa konflik sosial di berbagai provinsi.

Sebagian besar konflik itu dilatarbelakangi oleh persoalan politik, ekonomi, sosial dan budaya. Data statistik potensi desa (Podes) 2018 menunjukkan hampir 3.150 atau 3,75 persen dari total 84.000 desa di Indonesia rawan konflik sosial dan menjadi ajang perkelahian massal.

Sekarang dan sampai dengan waktu yang tidak dapat ditentukan ke depan, imbas pandemi Covid-19 ini ibarat mengembus api dalam sekam, dapat memantik perbedaan dan ketegangan menjadi konflik sosial terbuka.

Pada sisi lain, kata Mensos, ada harapan yang tidak kunjung padam. Pengalaman membuktikan keberhasilan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para relawan lainnya untuk memelihara nilai-nilai kearifan lokal, menyelesaikan konflik sosial, dan mewujudkan kembali keserasian sosial.

Untuk memperkuat peran penting masyarakat dalam mencegah dan mengatasi berbagai persoalan di masyarakat, khususnya yang berpotensi terjadinya konflik sosial, Kemensos pada tanggal 21 September 2010, sudah membentuk korps relawan Pelopor Perdamaian Indonesia, disingkat Pordam, yang beranggotakan hampir 1.500 relawan di seluruh wilayah Indonesia.

Memasuki usia 10 tahun, semangat para relawan tidak pernah pudar. Maka, dengan semangat Kementerian Sosial 'HADIR', korps ini dikukuhkan kembali dan diperkuat.

"Relawan Pordam adalah peredam potensi perpecahan. Berbeda dengan Tagana yang datang dengan seragam mencolok dari luar wilayah bencana dan melakukan tindakan yang cepat di lapangan, relawan Pordam adalah para relawan lokal yang bekerja dengan senyap, selalu ramah, bertutur lembut, dan berdada lapang," katanya.

Sebagai aset Kemensos, korps relawan Pordam sudah dilatih, diorganisasi, dan didukung untuk memelihara perdamaian, termasuk melalui layanan dukungan psikososial.

Pertama, mereka diberi kompetensi untuk membina memelihara modal sosial, termasuk kearifan lokal, semangat kesetiakawanan dan gotong royong yang sangat diperlukan dalam suasana tidak menentu akibat pandemi ini.

Kedua, keterampilan rekayasa sosial dalam hal pendampingan, fasilitasi dan mediasi di antara berbagai unsur kebhinekaan, termasuk kelompok agama, suku, ras, dan golongan.

Ketiga, mengupayakan keserasian sosial sebagai tujuan perdamaian melalui pencegahan, peredaman potensi dan resolusi konflik serta pemulihan pada situasi pascakonflik.

Bertempat di Taman Keragaman Hayati, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, sejak 29 November sampai 2 Desember 2020, hadir lebih dari 200 perwakilan pelopor perdamaian dari berbagai daerah.

Puncak pengukuhan Pordam itu ditandai dengan penandatanganan prasasti Pelopor Perdamaian dan prasasti keserasian sosial oleh Menteri Sosial yang diwakili oleh Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin.

Kemensos juga menyampaikan bantuan sosial berupa 1.000 paket sembako, 6.000 masker, tiga lokasi bantuan keserasian sosial dan empat kelompok bantuan kearifan lokal dengan total bantuan sebesar Rp910 juta.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
4 Mei: Peringatan Hari Pemadam Kebakaran Sedunia, Berikut Sejarah dan Tujuannya
4 Mei: Peringatan Hari Pemadam Kebakaran Sedunia, Berikut Sejarah dan Tujuannya

Hari Pemadam Kebakaran Sedunia juga merupakan momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan kebakaran.

Baca Selengkapnya
Menilik Rumah Fatmawati di Bengkulu, Jadi Saksi Bisu Kisah Percintaan Bersama Presiden Soekarno
Menilik Rumah Fatmawati di Bengkulu, Jadi Saksi Bisu Kisah Percintaan Bersama Presiden Soekarno

Peninggalan rumah Fatmawati di Bengkulu ini dulunya menjadi saksi bisu pertemuan dirinya dengan Presiden Soekarno saat pengasingan.

Baca Selengkapnya
Menelusuri Jejak Kerajaan Aru, Penguasa Perairan di Sumatra Terkenal dengan Negeri Perompak
Menelusuri Jejak Kerajaan Aru, Penguasa Perairan di Sumatra Terkenal dengan Negeri Perompak

Kerajaan ini memiliki kekayaan alam dan tanah yang subur serta dikenal sebagai penguasa perairan di bagian utara Selat Malaka.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Persaudaraan Jangan Sampai Memudar karena Tidak Bisa Menerima Hasil Pemilu
Persaudaraan Jangan Sampai Memudar karena Tidak Bisa Menerima Hasil Pemilu

Masyarakat Indonesia patut bersyukur dan bersuka cita karena telah melewati proses Pemilu 2024

Baca Selengkapnya
Pemakaman Polisi yang Tewas Dibakar Istrinya yang Juga Polisi Diiringi Isak Tangis Keluarga
Pemakaman Polisi yang Tewas Dibakar Istrinya yang Juga Polisi Diiringi Isak Tangis Keluarga

Jenazah Briptu Rian diketahui dimakamkan di pemakaman umum Desa Sumberejo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Minggu (9/6).

Baca Selengkapnya
Jenguk Lansia Sebatang Kara, Bupati Ipuk: Terima Kasih Orang-Orang Baik
Jenguk Lansia Sebatang Kara, Bupati Ipuk: Terima Kasih Orang-Orang Baik

Jumhari, yang sakit dan tinggal sebatang kara, di Kecamatan Genteng, Selasa (26/3).

Baca Selengkapnya
Pemerintah Melalui Perpusnas akan Kirim Pesan Berantai Permudah Akses Literasi Masyarakat
Pemerintah Melalui Perpusnas akan Kirim Pesan Berantai Permudah Akses Literasi Masyarakat

Adin menjelaskan, kegemaran membaca di satuan pendidikan sudah berkembang melalui sekolah maupun perguruan tinggi.

Baca Selengkapnya
Tersisa 6 Bulan, Begini Rupa Pembangunan IKN Nusantara yang Bakal Gelar HUT RI Ke-79
Tersisa 6 Bulan, Begini Rupa Pembangunan IKN Nusantara yang Bakal Gelar HUT RI Ke-79

Tampak beberapa gedung inti pemerintahan yang kian menunjukkan bentuknya.

Baca Selengkapnya
Mulai Dibangun, Begini Penampakan Rumah Pensiun Jokowi di Karanganyar Seluas 1,2 Hektare
Mulai Dibangun, Begini Penampakan Rumah Pensiun Jokowi di Karanganyar Seluas 1,2 Hektare

Pantauan merdeka.com, setelah lama teronggok tanpa aktivitas, lahan itu tampak mulai dipagar dengan seng.

Baca Selengkapnya