Kemenkes Ungkap Alasan Syarat Mudik Berbeda dengan Tonton MotoGP Mandalika

Jumat, 25 Maret 2022 20:23 Reporter : Supriatin
Kemenkes Ungkap Alasan Syarat Mudik Berbeda dengan Tonton MotoGP Mandalika jubir vaksin siti nadia tarmizi. ©2021 Merdeka.com/liputan6

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan mengungkapkan alasan pemerintah memberlakukan syarat vaksinasi booster bagi masyarakat yang hendak mudik Lebaran Idulfitri 2022. Berbeda dengan acara MotoGP Mandalika yang tidak mewajibkan penonton divaksinasi booster.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmidzi menyebut mobilitas saat mudik lebih masif daripada mobilitas MotoGP Mandalika. Mudik melibatkan puluhan juta orang.

"Mobilitas masyarakat yang masif memungkinkan penularan Covid-19 yang lebih tinggi," katanya dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan, Jumat (25/3).

Menurut Nadia, vaksinasi booster dapat meningkatkan kekebalan imunitas masyarakat. Ketika masyarakat yang sudah mendapatkan booster terinfeksi Covid-19, risiko mengalami gejala berat atau fatalitas menjadi rendah.

"Maka dari itu vaksinasi booster penting dilakukan untuk membantu mengurangi dampak kesakitan jika tertular Covid-19,'' ucapnya.

Dia menuturkan mudik merupakan momentum bersilaturahmi dan mengunjungi orang tua. Risiko penularan akan lebih berbahaya jika penularan terjadi pada orang tua atau lansia di kampung halaman.

''Mari hentikan perdebatan. Tujuan vaksinasi untuk melindungi masyarakat dari kematian akibat Covid 19. Bukan untuk mempersulit mobilitas,'' tutur Nadia.

Dia menjelaskan, berdasarkan survei Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan, potensi masyarakat yang akan melakukan mudik tahun ini berkisar 80 juta orang. Jumlah ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan penonton MotoGP Mandalika yang dibatasi maksimal 60.000 orang.

2 dari 2 halaman

Pemerintah mengizinkan masyarakat mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri 2022. Namun dengan syarat, harus sudah divaksinasi Covid-19 lengkap hingg booster.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, masyarakat yang sudah divaksinasi booster tidak perlu menunjukkan hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) atau antigen saat mudik. Tetapi, jika hanya sudah divaksinasi lengkap tanpa booster, wajib menunjukkan hasil tes antigen negatif Covid-19.

"Tapi kalau yang belum booster, kalau dia baru vaksinasinya dua kali harus tes antigen," jelasnya dalam konferensi pers virtual yang disiarkan melalui YouTube Kementerian Kesehatan RI, Kamis (23/3).

Sementara bagi masyarakat yang baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama, wajib menunjukkan hasil tes PCR. Jika masyarakat ingin melakukan vaksinasi lengkap dalam perjalanan mudik, pemerintah akan menyediakan vaksin.

Demikian juga bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi booster. Pemerintah akan menyediakan layanan vaksinasi lengkap dan booster di angkutan umum dan pos pengecekan.

"Nanti disiapkan oleh Kementerian Perhubungan tempat-tempat vaksinasi gratis di fasilitas-fasilitas angkutan umum maupun pos," katanya.

Menurut Budi, pengecekan syarat vaksinasi akan menggunakan PeduliLindungi. Bagi masyarakat yang mudik menggunakan moda transportasi umum, pengecekan dilakukan sebelum menaiki kendaraan tersebut.

"Tapi mudik dengan kendaraan pribadi itu nanti akan dilakukan dengan random checking," ucapnya.

Baca juga:
Ridwan Kamil Ungkap Aturan Ibadah Ramadan dan Mudik Lebaran 2022, Begini Ketentuannya
Anggota DPR Desak Pemerintah Batalkan Syarat Vaksinasi Booster bagi Pemudik
Pakar soal Mudik Diperbolehkan: Kita Belum Tahu Pasti Keadaan Sebulan Lagi
Kebijakan Mudik Lebaran Beri Sentimen IHSG Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Riza Harap Syarat Booster Saat Mudik Tingkatkan Cakupan Vaksinasi Ketiga di Jakarta
Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan Mudik Lebaran

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini