Kemenkes: Sampel Oropharings Pasien Suspek Monkeypox di Jateng Negatif

Kamis, 4 Agustus 2022 17:51 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Kemenkes: Sampel Oropharings Pasien Suspek Monkeypox di Jateng Negatif Antisipasi Cacar Monyet di Bandara Soekarno-Hatta. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan hasil uji laboratorium terhadap sampel oropharings pada seorang suspek cacar monyet atau Monkeypox di Jawa Tengah menunjukkan negatif. Oropharings adalah bagian tengah faring yang terhubung ke rongga mulut yang berfungsi agar udara, makanan, dan minuman melewatinya.

"Sampel pertama dari oropharings memang negatif, tapi kami minta ambil lagi dari cairan lesi kulit," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (4/8).

Menurut Maxi, sampel oropharings merupakan salah satu prosedur dari proses diagnosa suspek cacar monyet atau Monkeypox. Proses itu berlanjut pada pengecekan cairan lesi kulit, sehingga hasil analisa lebih akurat.

2 dari 2 halaman

Kontak Erat suspek cacar monyet di Jawa Tengah

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut Kemenkes telah melakukan penelusuran kontak erat terhadap seorang pasien berstatus suspek cacar monyet (monkey pox) di Jawa Tengah.

"Sudah ditelusuri yang lainnya sudah kita ambil serum darahnya ya, kontak eratnya, karena ini harus dengan kontak menularnya," kata Budi di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis (4/8).

Pasien suspek tersebut saat ini sedang menjalani perawatan di ruang isolasi salah satu RS swasta di Jawa Tengah untuk proses penyembuhan.

"Masih suspek dan ini sama dengan yang kemarin kejadian sembilan orang suspek, begitu dites bukan 'monkey pox'. Satu suspek ini di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dia pada 19 Juli 2022 ada gejala demam, 21 Juli dibawa ke rumah sakit dan 23 Juli timbul bintik-bintiknya," kata Budi.

Dia menjelaskan untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar terjangkit cacar monyet perlu dilakukan tes dengan metode 'genome sequence' seperti yang dilakukan pada pasien Covid-19 untuk menentukan apakah terkena varian Delta atau Omicron.

"Nah data yang ada, sudah diambil spesimennya pada 29 Juli. Sekarang sedang dilakukan 'genome sequence' di Kemenkes, saya rasa harusnya sehari dua hari bisa keluar karena 'genome sequence' itu butuh sekitar tiga atau lima hari untuk bisa tahu variannya apa," kata Budi.

Setidaknya 76 negara telah melaporkan kejadian cacar monyet di seluruh dunia dengan total kasus konfirmasi 22.485 kasus. Di ASEAN, terdapat tiga negara melaporkan kejadian cacar monyet hingga akhir Juli 2022, yakni Singapura 11 kasus konfirmasi, Thailand (2), dan Filipina (1). [gil]

Baca juga:
Satgas IDI Perkirakan Cacar Monyet sudah Masuk Indonesia namun Belum Terdeteksi
Kemenkes Masih Investigasi Suspek Cacar Monyet di Jateng
Ini yang Perlu Dipersiapkan agar Siap Siaga Hadapi Cacar Monyet
India Laporkan Kematian Pertama Akibat Cacar Monyet
Satgas Monkeypox IDI: Belum Ditemukan Kasus Cacar Monyet di Indonesia
Ketum IDAI: Anak Lebih Rentan Terpapar Cacar Monyet
Suspek Cacar Monyet Muncul di Jateng, Ganjar Minta Pintu Masuk Diperketat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini