Kemenkes: Buff Itu Bukan Masker, Jaring Porinya Lebih Besar

Kamis, 17 September 2020 14:52 Reporter : Supriatin
Kemenkes: Buff Itu Bukan Masker, Jaring Porinya Lebih Besar masker scuba dan buff. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan masker scuba dan buff. Dia menegaskan, masker scuba dan buff tidak bisa melindungi diri dari Covid-19.

"Buff itu bukan masker, itu jaring yang porinya jauh lebih besar," kata Yurianto dalam diskusi virtual, Kamis (17/9).

Jenis buff tak jauh beda dengan masker scuba. Yurianto menyebut, ada dua alasan masker scuba tak bisa mencegah Covid-19.

Pertama, masker scuba berbahan elastis dan porinya besar. Kedua, tidak memberikan ruang bagi bibir ketika seseorang berbicara.

"Tidak nyaman digunakan karena tidak memberikan ruang yang membuat bibir kita bebas bergerak saat bicara tanpa menyentuh dinding maskernya. Kalau ini dilakukan, sebentar-sebentar pasti kita akan disibukkan dengan memperbaiki letak masker yang turun dan sebagainya," ujarnya.

Menurut mantan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini, masker yang tepat digunakan untuk mencegah terpapar Covid-19 berbahan kain katun, minimal tiga lapis.

"Apabila kita ingin menahan droplet yang diameternya sampai 10 nanometer maka gunakan masker yang benar. Masker kain setidaknya tiga lapis," kata dia. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini