Kemendes PDTT & UGM Gelar FGD tentang Perencanaan Kawasan Transmigrasi di Era Digital

Selasa, 9 Juli 2019 15:08 Reporter : Rizlia Khairun Nisa
Kemendes PDTT & UGM Gelar FGD tentang Perencanaan Kawasan Transmigrasi di Era Digital Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktorat Jenderal PKP2Trans Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) III bertema 'Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Di Era Digital' di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (9/7).

Kegiatan FGD ini terselenggara atas kerjasama antara Kemendes PDTT dengan UGM yang dikoordinir oleh Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) Fakultas Geografi UGM. FGD yang dibuka oleh Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari Bappenas, Kementerian ATR/BPN dan LPPM ITB.

Anwar Sanusi mengatakan FGD-FGD yang dilaksanakan termasuk yang ke III ini memang terus menggandeng perguruan tinggi agar bisa memikirkan arah, program dan strategi apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan kawasan transmigrasi.

"Perguruan tinggi memiliki ruang dan waktu yang luar biasa untuk melakukan kontemplasi/perenungan akademik untuk mencari problematika esensial dari transmigrasi," katanya.

Dalam FGD ini, Anwar berbicara mengenai pengembangan kawasan di era digital, Anwar mengatakan saat ini Indonesia dalam hal ini kawasan transmigrasi tidak bisa menghindari era digital 4.0. Karena berada di era digital maka konsep pengembangan digital terutama untuk kawasan transmigrasi momentumnya adalah saat ini. Sehingga program-program yang ada di kawasan transmigrasi bisa digerakkan dengan yang namanya digitalisasi.

©2019 Merdeka.com

Lebih lanjut Anwar mengatakan bahwa dengan teknologi IT, bisa diperkenalkan yang namanya smart farming atau sebuah konsep kerjasama dengan online shopping di mana mereka akan membantu menjual produk-produk yang berada di kawasan transmigrasi baik produk pertanian, perkebunan maupun peternakan melalui online shopping.

"Konsep seperti ini yang akan dikembangkan di kawasan transmigrasi, menyusul kawasan yang sudah melakukannya seperti di Sohe daerah penghasil alpukat mentega yang sudah terbantu penjualannya lewat online shopping," katanya.

Anwar berharap FGD III ini harus lebih terfokus karena hasilnya akan dimasukkan ke Bapenas untuk bisa menjadi bahan pertimbangan terutama bahan pertimbangan RJMP 2020-2024.

Sementara itu, Dirjen PKP2Trans Kemendes PDTT R. Hari Pramudiono mengatakan, bahwa dalam perencanaan pembangunan dan pengembangan kawasan di era digital ini dukungan tim akademis baik itu dari UGM, UNDIP, IPB sangat diperlukan karena kajian-kajian yang dilakukan untuk kepentingan pengembangan kawasan selalu melibatkan akademisi.

©2019 Merdeka.com

Menurutnya, penerapan digitalisasi (start up 4.0) di kawasan transmigrasi menjadi satu hal yang tidak bisa dihindari. Pasalnya, di sana semua elemen atau unsur akan berkolaborasi menjadi satu yang kemudian disebut kolaborasi pentahelix.

"Di situ nanti didapati yang namanya politik power, public power, akademisi, masyarakat dan juga bantuan dari wirausaha termasuk juga dari media yang mendukung dan membantu kita dalam pengembangan wilayah. Kami yakin jika kolaborasi di bidang digital ini akan membantu kawasan transmigrasi menjadi lebih mandiri," katanya.

Sebelumnya Pada FGD II yang digelar beberapa pekan lalu di UGM membahas mengenai sumberdaya manusia khususnya pembangunan nasional 5 tahun ke depan yang berorientasi pada SDM dan pertumbuhan wilayah untuk menyelesaikan disparitas wilayah antar pulau antar propinsi antar kabupaten/kota di Indonesia dan membangun dari wilayah pinggiran.

Kali ini, FGD III membahas mengenai perencanaan pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi di era digital untuk menumbuhkan pusat-pusat perekonomian baru dalam suatu wilayah transmigrasi dengan melakukan berupa pendekatan kawasan perdesaan transmigrasi untuk proyeksi kebutuhan sector strategis dan kebutuhan sumberdaya (resources). [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Kemendes PDTT
  2. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini