Kemendagri Sarankan PeduliLindungi Tak Hanya Gunakan NIK untuk Login

Jumat, 3 September 2021 12:24 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Kemendagri Sarankan PeduliLindungi Tak Hanya Gunakan NIK untuk Login Zudan Arif Fakrulloh diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Foto sertifikat vaksinasi Covid-19 milik Presiden Joko Widodo atau Jokowi beredar di media sosial. Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh memberi solusi agar data orang lain tidak mudah digunakan dalam aplikasi PeduliLindungi.

Zudan menyarankan perlu syarat lain seperti tanda tangan digital saat masuk ke aplikasi PeduliLindungi. Menurutnya, diperlukan cara verifikasi yang ketat.

"Pedulilindungi bisa dibuka oleh siapa pun di Google banyak NIK yang terbuka. Dan NIK kita beredar dimana saat mengurus apa pun karena seringkali meninggalkan foto kopi KTP dan KK," ucapnya lewat pesan, Jumat (3/9).

"Dan saran saya untuk pedulilindungi perlu dua factors otentication, tidak hanya dengan NIK saja. Bisa dengan biometrik atau tanda tangan digital," tambahnya.

Dia pun membantah beredarnya sertifikat vaksinasi kepala negara akibat kebocoran Nomor Induk Kependudukan (NIK). Tetapi, ada yang menggunakan data orang lain untuk mendapatkan data informasi orang lain.

"Ini bukan kebocoran NIK, tetapi menggunakan data orang lain untuk mendapatkan data informasi orang lain. Ada sanksi pidananya untuk hal seperti ini," jelasnya.

Menurutnya, agak sulit untuk bisa meminimalisir agar NIK yang difotokopi tidak tersebar di media sosial. Namun, dia sudah meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika menghapus data data orang yang tersebar di medsos.

"Agak sulit yang di medsos itu, seperti NIK, KK KTP elektronik yang di share via Wa, email dan lain lain pasti sudah masuk ke pemilik platform. Nah yang di medsos juga sudah saya laporkan ke Kominfo dalam berbagai rapat untuk bisa di take down," tutup Zudan.

Diberitakan, foto sertifikat vaksinasi Covid-19 milik Presiden Joko Widodo atau Jokowi beredar di media sosial. Gambar sertifikat dengan tulisan Ir Joko Widodo itu diunggah lewat Twitter pada Jumat (3/9).

Data Jokowi dalam sertifikat tersebut terlihat lengkap. Seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, nomor ID vaksinasi, tanggal vaskinasi, jenis vaksin dan batch vaksinasinya.

Dalam gambar tersebut tertulis telah dilakukan vaksinasi Covid-19 untuk dosis kedua. Surat keterangan vaksin tersebut diberikan pada 27 Januari 2021.

Terdapat logo seperti Aplikasi PeduliLindungi di pojok kiri atas sertifikat vaksinasi tersebut. Warna sertifikat itu ungu muda dibawahnya terdapat logo KPC-PEN, Kominfo, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian BUMN.

Hingga kini, unggahan gambar tersebut sudah retweet oleh 457 orang dan disukai 488 orang. Para netizen juga mengomentari postinfngan sertifikat vaksinasi Jokowi tersebut. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini