Kemenag sebut Aceh kini jadi sasaran penyebaran aliran sesat

Minggu, 4 Januari 2015 02:01 Reporter : Lia Harahap
Kemenag sebut Aceh kini jadi sasaran penyebaran aliran sesat Alquran. shutterstock/Egypix

Merdeka.com - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh Ibnu Sakdan menyatakan Aceh merupakan daerah sasaran pengembangan aliran sesat. Menurutnya, ada saja pihak-pihak tak bertanggung jawab yang coba mengembangkan aliran menyesatkan

"Aceh masuk sasaran pengembangan aliran sesat. Para pengembang aliran sesat ini tidak pernah berhenti mencoba mengembangkan aliran mereka di Aceh," ungkap Ibnu Sakdan di Banda Aceh. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (3/1).

Ia mengatakan, saat ini ada beberapa kabupaten/kota yang terpantau dalam upaya sekelompok orang untuk mengembangkan aliran sesat maupun pendangkalan aqidah. Di antaranya Kabupaten Aceh Barat, Kota Banda Aceh, serta Pidie.

Upaya pengembangan aliran sesat tersebut, lanjutnya, tidak hanya dilakukan orang-orang luar Aceh. Tapi juga melibatkan anak-anak Aceh. Bahkan, ada anak-anak Aceh tersebut merupakan alumni pesantren.

"Seperti di Pidie Jaya, ada anak Aceh alumni pesantren terlibat mengembangkan aliran sesat. Setelah diantisipasi, keberadaan anak ini langsung menghilang entah ke mana. Kita khawatir, mereka ini akan mengembangkan alirannya di tempat lain," kata dia.

Oleh karena itu, kata Ibnu Sakdan, pihaknya telah menginstruksikan para penyuluh agama di seluruh Aceh untuk memantau perkembangan keagamaan di masyarakat. Jika ada sesuatu yang tidak biasa agar segera di atasi.

Menurut dia, aliran sesat maupun pendangkalan aqidah jangan sampai berkembang di masyarakat Aceh yang mayoritas Islam. Apabila sudah berkembang, maka akan sulit menyelesaikannya.

"Jangan sampai adanya memiliki banyak pengikut. Jika ini terjadi, maka tentu sulit mengatasinya. Karena itu, antisipasi sebelum berkembang," ungkap Ibnu Sakda. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Aliran Sesat
  2. Aceh
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini