Kemenag Buat Aplikasi Bisa Daftar Haji via Online, Ini Caranya

Kamis, 8 Desember 2022 18:01 Reporter : Syifa Hanifah
Kemenag Buat Aplikasi Bisa Daftar Haji via Online, Ini Caranya ilustrasi Haji di mekah. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Kementerian Agama meluncurkan aplikasi Pusaka Kemenag Super Apps. Hanya dengan mengunduh aplikasi ini, masyarakat bisa dengan mudah mendaftar haji.

Aplikasi Pusaka Kemenag Super juga bisa digunakan untuk mengurus daftar nikah, sertifikasi halal, sistem informasi data perizinan (Sindi), dan layanan pengaduan masyarakat (dumas) online.

Di aplikasi itu juga tersaji juga sejumlah informasi keagamaan, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Khonghucu. Ada pula informasi rumah ibadah, kitab suci, penceramah, dan doa-doa. Juga informasi tentang pendidikan agama dan keagamaan.

Lalu bagaimana mendaftar haji lewat aplikasi Pusaka Kemenag? Dilansir dari situs Kemenag, berikut tahapan yang harus dilakukan:

2 dari 2 halaman

1. Download Pusaka Super Apps di Play Store atau App Store;

2. Buat akun untuk login Pusaka dengan klik menu 'login' lalu masukan alamat email dan password-nya;

3. Pengguna kemudian melengkapi sejumlah data diri, lalu menyimpannya dengan klik tombol 'Simpan Pembaruan Data';

4. Pengguna kembali ke menu utama (home) dengan menekan tanda panah pada bagian atas sebelah kiri;

5. Pengguna menekan pilihan pada menu 'Layanan Publik', lalu pilih 'Pendaftaran Haji';

6. Pengguna akan diminta login ke 'Akun Haji'. Jika sudah punya akun, pengguna bisa langsung memasukkan alamat email dan password nya. Peserta selanjutnya akan diminta mengisi formulir pendaftarannya secara online;

7. Jika belum punya akun, pengguna bisa klik pilihan menu 'Daftar'. Selanjutnya, pengguna akan diminta untuk mengisi Nomor Validasi dan NIK.

Untuk mendapatkan nomor validasi, pengguna harus membayar setoran awal pendaftaran haji terlebih dahulu di bank penyedia layanan pendaftaran haji terdekat. Setelah itu, masukkan nomor validasi dan NIK-nya, untuk selanjutnya pengguna diminta mengisi formulir pendaftaran secara online;

8. Setelah melengkapi seluruh data dan dokumen yang dipersyaratkan, paling lama dalam waktu 3 hari kerja, SPH (surat pendaftaran haji) yang berisi nompr porsi jemaah dikirimkan ke email pengguna dan dapat juga di-download melalui Pusaka. [lia]

Baca juga:
BPKH Punya Sistem Digitalisasi Pengelolaan Keuangan Haji, Begini Kecanggihannya
Keteladanan KH Wahid Hasyim, Menteri Agama yang Tidak Ambil Tiket Gratis Haji
Mitigasi Risiko Pengelolaan Dana Haji, BPKH Gandeng Jamdatun RI
Kemenag: Meningitis Bukan Syarat Keberangkatan Umrah, Dianjurkan untuk Komorbid
Jemaah Ini Detak Jantungnya Berhenti Selama 2 Menit Saat Umrah di Makkah
Menag Ungkap Antrean Jemaah Haji Indonesia Rata-Rata 41 Tahun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini