Kemenag Bahas Naskah Akademik Unifikasi Kalender Hijriyah

Selasa, 15 September 2020 13:16 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Kemenag Bahas Naskah Akademik Unifikasi Kalender Hijriyah Gedung Kemenag. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Agama sedang mematangkan roadmap penyatuan (unifikasi) kalender Hijriyah. Dijelaskan Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, tahapan saat ini memasuki pembahasan naskah akademik Unifikasi Kalender Islam.

Naskah akademik ini, kata Kamaruddin, dibahas oleh sejumlah pakar dalam Diskusi Kelompok Terarah atau Focus Group Discussion (FGD) Hisab Rukyat. Terdiri anggota Komisi Fatwa MUI, pakar falak UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dewan Hisab Rukyat Persis, Planetarium Jakarta, Peradilan Agama, BMKG, MUI Pusat, Lajnah Falakiyah, LAPAN, serta Direktur Urusan Agama Islam dan Bimbingan Syariah, Moh. Agus Salim beserta jajarannya.

"Sedang menuju proses mencapai goal. Untuk mencapai tahapan itu dibutuhkan komitmen kolektif, keyakinan yang sangat tinggi. Bukan hanya kebutuhan kompetensi akademik, tapi juga komitmen sosial, politik dan lain-lain," kata Kamaruddin dalam keterangan pers, Selasa (15/9).

Menurut Kamaruddin, upaya penyatuan Kalender Hijriyah tidak mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, berbekal komitmen kolektif dan dukungan dari banyak pihak, dia optimis tujuan ini akan tercapai.

Apalagi, katanya, penyusunan naskah akademik merupakan salah satu tahapan penting. Rumusan ini akan menjadi tolak ukur progress upaya unifikasi.

"Naskah akademik ini adalah starting point yang dapat menjadi justifikasi bagi konstruksi pengetahuan. Untuk menyusunnya tentu harus dibangun dengan argumentasi yang kokoh dan kuat," katanya.

"Kita memanfaatkan kepakaran kolektif maupun beragam variasi metodologi yang ada. Dari situ akan teruji dan terukur jelas secara lebih terbuka, dan akan menjadi catatan pencapaian kita," ungkap Kamaruddin.

Selain itu, kata Kamaruddin, dalam proses tersebut penting juga dilakukan komunikasi publik yang efektif dalam mensosialisasikan rumusan naskah akademik unifikasi kalender hijriyah ini kepada masyarakat. Serta para pimpinan tokoh agama mulai dari MUI, Ormas Islam.

"Intensitas sosialisasi itu tentu saja harus kita mulai dengan sodoran hasil naskah akademik yang bagus, segala hasil dari pertemuan yang ada harus kita himpun. Kita akan terus melangkah guna mencapai tujuan. Semoga pertemuan ini dapat produktif, bermanfaat dan mencapai titik capai goal yang kita rencanakan," ungkap Kamaruddin. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kemenag
  3. Tahun Baru Islam
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini