Kemen PPPA Harap Kematian Anak karena Pembelajaran Daring Tak Terulang

Rabu, 16 September 2020 20:36 Reporter : Merdeka
Kemen PPPA Harap Kematian Anak karena Pembelajaran Daring Tak Terulang Tersangka Penganiayaan di Banten. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) turut turun tangan menyelidiki kematian bocah perempuan setelah dianiaya ibunda karena sulit belajar online.

Kemen PPPA melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lebak mengawal proses penyelidikan dilakukan polisi terkait penyebab orang tua korban tega melakukan aksi tersebut.

"Untuk saat ini dalam proses penyidikan, jadi enggak bisa ikut campur. Di awal kami dari Kementerian akan cek dengan pemerintah daerah setempat (P2TP2A) juga sudah ikut terlibat dan membuat laporan dengan kami," kata Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA Nahar saat dihubungi merdeka.com, Rabu (16/9).

Nahar berharap kasus serupa tak terulang. Menurut dia, guna mengantisipasi kekerasan terhadap anak selama sistem pembelajaran jarak jauh atau daring Kemen PPPA telah berkoordiasi dengan Kemendikbud dan beberapa kementerian lain.

Nahar menjelaskan, koordinasi itu salah satunya dengan menyusun kebijakan regulasi terkait pola asuh anak. Selain itu juga ada diskusi mengenai protokol pengasuhan dan penanganan kekerasan.

"Sudah dikomunikasikan dengan Kemendikbud, beberapa hal yang kami waspadai. Ini kan kasus kejadiannya tidak terlaporkan, lapor polisi sebagai alibi dan dengan gerak cepat kepolisian akhirnya mengungkap ada persoalan di rumah. Bisa jadi ini posisi anak lagi belajar, kedua mungkin pada saat melakukan kekerasan ada faktor pemicu lain atau tidak, sehingga anak jadi bahan pelampiasan ini yang terus didalami sehingga tahu polanya," kata dia.

Kementerian PPPA menghimbau untuk orangtua, sekolah, dan guru untuk lebih sering melakukan pemantauan selama proses belajar di rumah. Dia mengatakan, ketika di sekolah tatap muka, orang tua yang mengawasi karena tidak menutup adanya kekerasan di sekolah.

Sebaliknya, imbuh dia, untuk kondisi saat ini, guru diingatkan untuk mengecek kondisi anak-anaknya selama di rumah, misalnya seminggu sekali melakukan semacam evaluasi bagaimana kesulitan dan persoalan dihadapi siswa ketika belajar di rumah.

Baca Selanjutnya: Catatan KPAI...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini